Thursday, August 13, 2015

PhotoScape: Cara Mudah Cetak Foto 3x4, 4x6, KTP, dan Berbagai Ukuran Lainnya


Langsung saja sob menuju ke tekape, dan siapkan alat-alatnya :
1. Download dulu PhotoScape (link-nya ada dibawah postingan ini)
2. Install PhotoScape-nya yang sudah di download tadi
3. Buka PhotoScape dan pilih Print, lanjutkan dengan memilih tombol Add (kanan atas) untuk memilih foto yang akan di cetak.
Cara mudah cetak foto ukuran formal dengan PhotoScape
Pilih menu Print
Mencetak foto formal dengan photoscape
Ikuti petunjuk yang ada
4. Selanjutnya akan muncul pesan "No. of copied to add" (How many copies do you want to add?). Tentukan jumlah foto yang akan dicetak, dan klik "OK".

5. Untuk menentukan ukuran kertas, klik saja "Print Setup..." akan muncul kotak "Print Setup", di sana ada 3 bagian :
  • Printer : Lokasi printer yang akan digunakan untuk mencetak foto, (untuk mencetak foto hitam putih silahkan pilih tombol "Properties" dan cari/centang pada "Grayscale printing" dan klik OK)
  • Paper : Untuk menyesuaikan ukuran kertas, cari ukuran kertas yang sesuai pada pilihan "Size"
  • Orientation : Sesuaikan orientasi kertasnya atau abaikan saja. Jika sudah dirasa cukup, silahkan pilih OK.
Cara mudah mencetak foto ukuran formal dengan photoscape
Tampilan Print Setup
 6. Kembali pada tampilan sebelumnya, pada tab "Portrait Shot Print" sobat bisa menentukan ukuran foto yang akan dicetak, di sana sudah di sediakan banyak pilihan untuk ukuran berbagai macam ukuran foto, silahkan pilih sesuai kebutuhan.

7. Selesai, tinggal tunggu hasil cetakan.

Terimakasih, selamat mencoba... :)

Catatan : Selain berfungsi untuk memudahkan dalam mencetak foto dalam berbagai macam ukuran, PhotaScape juga memiliki banyak fungsi, bisa sobat coba satu-persatu :)
--------------------------------------------------------
Download :
Site  : PhotoScape
Installer Alternatif 1 : PhotoScape
Installer Alternatif 2 : PhotoScape
 --------------------------------------------------------
Cara Download :
Anda akan diarahkan kehalaman "adf.ly" tunggu 5 detik, Klik tombol "SKIP AD" atau "LEWATI" yang muncul di kanan atas halaman.

Tuesday, August 11, 2015

Cara Menghitung Daya Listrik yang diperlukan Rumah

Cara Menghitung Daya Listrik yang diperlukan Rumah
Cara Menghitung Daya Listrik yang diperlukan Rumah – Setiap rumah yang sudah dialiri listrik pasti dilengkapi dengan Meter Listrik dan MCB (Miniature Circuit Breaker) yang dipasang oleh PLN. Fungsi Meter Listrik tentunya adalah mengukur seberapa besar Arus Listrik yang digunakan agar dapat menghitung tagihan listrik. Sedangkan MCB yang merupakan singkatan dari Miniature Circuit Breaker atau sering disebut dengan Breaker adalah alat yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang digunakan dan juga sebagai pengaman dalam Instalasi Listrik. Sebagai pengaman, MCB akan secara otomatis akan memutuskan arus listrik jika terjadi hubungan singkat (Short Circuit) dan juga memutuskan aliran listrik jika penggunaan daya listrik melebihi batas yang telah ditentukan.
PLN akan memasangkan Kapasitas MCB  sesuai dengan batas Daya Listrik yang diminta oleh pelanggan. Kita dapat melihatnya melalui tulisan Ampere (Satuan Arus Listrik) yang tertera di MCB tersebut.   Contohnya 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A dan lain sebagainya.  Untuk meng-konversi Arus Listrik tersebut ke Daya Listrik, kita perlu sedikit perhitungan berdasarkan Rumus dibawah ini :

Rumus Daya Listrik

Daya Listrik  = Tegangan  x Arus
Atau
Watt = Volt x Ampere
Jadi jika di MCB tertulis 10A, berapakah batas Daya Listrik yang diizinkan ?
Pada Umumnya, Tegangan Listrik yang dihasilkan oleh PLN Indonesia adalah 220V
Watt = 220V x 10A
Watt = 2200 Watt atau 2200VA
Pertanyaan selanjutnya adalah berapakah daya listrik yang diperlukan oleh rumah kita?
Sebagai Contoh, anda membangun rumah baru dan akan ingin melakukan pemasangan baru listrik PLN. Berapakah Daya Listrik yang diperlukan ?
Pertama, tuliskan peralatan listrik yang diperlukan dan daya listrik yang dikonsumsinya. Biasanya pada peralatan listrik yang bersangkutan sudah tertera Konsumsi Daya Listrik yang diperlukan.  Terdapat 2 jenis penulisan pada Label peralatan listrik, diantaranya adalah mencantumkan Watt atau Ampere.
Anda dapat menggunakan rumus daya listrik diatas (Watt = Volt x Ampere) untuk menghitung konversi Ampere ke Watt.
Contoh Peralatan Listrik yang diperlukan :
2 unit AC  (Air Conditioner) 1 PK  = @820Watt x 2 Unit       = 1.640 Watt
2 unit TV LED 32”                              = @55Watt x 2 Unit        =    110 Watt
1 unit Kulkas                                     = @128Watt                     =    128 Watt
1 unit Mesin Cuci                              = @300Watt                    =    300 Watt
1 unit Rice Cooker                            = @400Watt                    =    400 Watt
1 unit Kipas Angin                            = @60Watt                      =     60  Watt
12 biji Lampu Penerang                 = @18Watt x 12 biji        =    216 Watt
Total                                                                                              = 2.854 Watt
Kemudian kita jumlahkan semuanya, hasilnya adalah 2.854Watt.
Jadi Daya Listrik Listrik yang diperlukan adalah sekitar 2.854Watt atau 2.854VA, Jika dikonversikan menjadi arus listrik adalah sebagai berikut (Menggunakan Rumus Daya Listrik diatas) :
Arus = Watt / Volt
Arus = 2854 Watt / 220 Volt
Arus = 12,97 Ampere
Umumnya PLN hanya menyediakan beberapa pilihan standar Daya Listrik yaitu 220VA (1A), 450VA (2A), 900VA (4A), 1300VA (6A), 2200VA (10A), 3500VA (16A), 4400VA (20A), 5500VA (25A) dan seterusnya.  Jadi Pengajuan permintaan Daya Listrik yang dianjurkan ke PLN adalah 3500VA atau 16A.
Hal yang perlu diperhatikan adalah makin tinggi Daya Listrik yang dipasangkan, makin tinggi pula biaya beban yang dikenakan. Oleh karena itu, kita perlu memilih pemasangan daya listrik yang sesuai dengan kebutuhan saja. Pemasangan Daya Listrik yang rendah atau tidak cukup akan mengalami kekurangan arus listrik dan akibatnya adalah sering loncatnya MCB (Breaker Listrik), hal ini dapat merusak peralatan listrik rumah kita. Sedangkan pemasangan Daya listrik yang terlalu tinggi akan mengakibatkan semakin tingginya tagihan listrik yang sebenarnya adalah merupakan suatu pemborosan biaya.

sumber : http://teknikelektronika.com/cara-menghitung-daya-listrik-yang-diperlukan-rumah/

Pengertian Baterai dan Jenis-jenisnya

Jenis-jenis Baterai Primer
Pengertian Baterai dan Jenis-jenisnya – Baterai (Battery) adalah sebuah alat yang dapat merubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi Listrik yang dapat digunakan oleh suatu perangkat Elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control menggunakan Baterai sebagai sumber listriknya. Dengan adanya Baterai, kita tidak perlu menyambungkan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menemui dua jenis Baterai yaitu Baterai yang hanya dapat dipakai sekali saja (Single Use) dan Baterai yang dapat di isi ulang (Rechargeable).

Jenis-jenis Baterai

Setiap Baterai terdiri dari Terminal Positif( Katoda) dan Terminal Negatif (Anoda) serta Elektrolit yang berfungsi sebagai penghantar. Output Arus Listrik dari Baterai adalah Arus Searah atau disebut juga dengan Arus DC (Direct Current). Pada umumnya, Baterai terdiri dari 2 Jenis utama yakni Baterai Primer yang hanya dapat sekali pakai (single use battery) dan Baterai Sekunder yang dapat diisi ulang (rechargeable battery).

1. Baterai Primer (Baterai Sekali Pakai/Single Use)

Baterai Primer atau Baterai sekali pakai ini merupakan baterai yang paling sering ditemukan di pasaran, hampir semua toko dan supermarket menjualnya. Hal ini dikarenakan penggunaannya yang luas dengan harga yang lebih terjangkau. Baterai jenis ini pada umumnya memberikan tegangan 1,5 Volt dan terdiri dari berbagai jenis ukuran seperti AAA (sangat kecil), AA (kecil) dan C (medium) dan D (besar). Disamping itu, terdapat juga Baterai Primer (sekali pakai) yang berbentuk kotak dengan tegangan 6 Volt ataupun 9 Volt.
Jenis-jenis Baterai yang tergolong dalam Kategori Baterai Primer (sekali Pakai / Single use) diantaranya adalah :

a. Baterai Zinc-Carbon (Seng-Karbon)

Baterai Zinc-Carbon juga disering disebut dengan Baterai “Heavy Duty” yang sering kita jumpai di Toko-toko ataupun Supermarket. Baterai jenis ini terdiri dari bahan Zinc yang berfungsi sebagai Terminal Negatif dan juga sebagai pembungkus Baterainya. Sedangkan Terminal Positifnya adalah terbuat dari Karbon yang berbentuk Batang (rod). Baterai jenis Zinc-Carbon merupakan jenis baterai yang relatif murah dibandingkan dengan jenis lainnya.

b. Baterai Alkaline (Alkali)

Baterai Alkaline ini memiliki daya tahan yang lebih lama dengan harga yang lebih mahal dibanding dengan Baterai Zinc-Carbon. Elektrolit yang digunakannya adalah Potassium hydroxide yang merupakan Zat Alkali (Alkaline) sehingga namanya juga disebut dengan Baterai Alkaline. Saat ini, banyak Baterai yang menggunakan Alkalline sebagai Elektrolit, tetapi mereka menggunakan bahan aktif lainnya sebagai Elektrodanya.

c. Baterai Lithium

Baterai Primer Lithium menawarkan kinerja yang lebih baik dibanding jenis-jenis Baterai Primer (sekali pakai) lainnya. Baterai Lithium dapat disimpan lebih dari 10 tahun dan dapat bekerja pada suhu yang sangat rendah. Karena keunggulannya tersebut, Baterai jenis Lithium ini sering digunakan untuk aplikasi Memory Backup pada Mikrokomputer maupun Jam Tangan. Baterai Lithium biasanya dibuat seperti bentuk Uang Logam atau disebut juga dengan Baterai Koin (Coin Battery). Ada juga yang memanggilnya Button Cell atau Baterai Kancing.

d. Baterai Silver Oxide

Baterai Silver Oxide merupakan jenis baterai yang tergolong mahal dalam harganya. Hal ini dikarenakan tingginya harga Perak (Silver). Baterai Silver Oxide dapat dibuat untuk menghasilkan Energi yang tinggi tetapi dengan bentuk yang relatif kecil dan ringan. Baterai jenis Silver Oxide ini sering dibuat dalam dalam bentuk Baterai Koin (Coin Battery) / Baterai Kancing (Button Cell). Baterai jenis Silver Oxide ini sering dipergunakan pada Jam Tangan, Kalkulator maupun aplikasi militer.
Jenis-jenis Baterai Primer

2. Baterai Sekunder (Baterai Isi Ulang/Rechargeable)

Baterai Sekunder adalah jenis baterai yang dapat di isi ulang atau Rechargeable Battery. Pada prinsipnya, cara Baterai Sekunder menghasilkan arus listrik adalah sama dengan Baterai Primer. Hanya saja, Reaksi Kimia pada Baterai Sekunder ini dapat berbalik (Reversible). Pada saat Baterai digunakan dengan menghubungkan beban pada terminal Baterai (discharge), Elektron akan mengalir dari Negatif ke Positif. Sedangkan pada saat Sumber Energi Luar (Charger) dihubungkan ke Baterai Sekunder, elektron akan mengalir dari Positif ke Negatif sehingga terjadi pengisian muatan pada baterai. Jenis-jenis Baterai yang dapat di isi ulang (rechargeable Battery) yang sering kita temukan antara lain seperti Baterai Ni-cd (Nickel-Cadmium), Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) dan Li-Ion (Lithium-Ion).
Jenis-jenis Baterai yang tergolong dalam Kategori Baterai Sekunder (Baterai Isi Ulang) diantaranya adalah :

a. Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium)

Baterai Ni-Cd (NIcket-Cadmium) adalah jenis baterai sekunder (isi ulang) yang menggunakan Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic Cadmium sebagai bahan Elektrolitnya. Baterai Ni-Cd memiliki kemampuan beroperasi dalam jangkauan suhu yang luas dan siklus daya tahan yang lama. Di satu sisi, Baterai Ni-Cd akan melakukan discharge sendiri (self discharge) sekitar 30% per bulan saat tidak digunakan. Baterai Ni-Cd juga mengandung 15% Tosik/racun yaitu bahan Carcinogenic Cadmium yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan Lingkungan Hidup. Saat ini, Penggunaan dan penjualan Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmiun) dalam perangkat Portabel Konsumen telah dilarang oleh EU (European Union) berdasarkan peraturan “Directive 2006/66/EC” atau dikenal dengan “Battery Directive”.

b. Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)

Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride) memiliki keunggulan yang hampir sama dengan Ni-Cd, tetapi baterai Ni-MH mempunyai kapasitas 30% lebih tinggi dibandingkan dengan Baterai Ni-Cd serta tidak memiliki zat berbahaya Cadmium yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Baterai Ni-MH dapat diisi ulang hingga ratusan kali sehingga dapat menghemat biaya dalam pembelian baterai. Baterai Ni-MH memiliki Self-discharge sekitar 40% setiap bulan jika tidak digunakan. Saat ini Baterai Ni-MH banyak digunakan dalam Kamera dan Radio Komunikasi. Meskipun tidak memiliki zat berbahaya Cadmium, Baterai Ni-MH tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia dan Lingkungan hidup, sehingga perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak boleh dibuang di sembarang tempat.

c. Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)

Baterai jenis Li-Ion (Lithium-Ion) merupakan jenis Baterai yang paling banyak digunakan pada peralatan Elektronika portabel seperti Digital Kamera, Handphone, Video Kamera ataupun Laptop. Baterai Li-Ion memiliki daya tahan siklus yang tinggi dan juga lebih ringan sekitar 30% serta menyediakan kapasitas yang lebih tinggi sekitar 30% jika dibandingkan dengan Baterai Ni-MH. Rasio Self-discharge adalah sekitar 20% per bulan. Baterai Li-Ion lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung zat berbahaya Cadmium. Sama seperti Baterai Ni-MH (Nickel- Metal Hydride), Meskipun tidak memiliki zat berbahaya Cadmium, Baterai Li-Ion tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan manusia dan Lingkungan hidup, sehingga perlu dilakukan daur ulang (recycle) dan tidak boleh dibuang di sembarang tempat.
Jenis-jenis Baterai Sekunder











sumber : http://teknikelektronika.com/pengertian-baterai-jenis-jenis-baterai/




Macam-macam Sambungan Kabel

PERISTILAHAN / GLOSARIUM  
  1. Pig Tail ialah cara menyambung kabel yang paling sederhana berbentuk  ekor babi.  Sambungan ini   digunakan untuk menyambung atau  mencabangkan satu atau beberapa kabel pada satu titik. 
  2. Lasdop ialah penutup untuk melindungi sebuah sambungan kabel. 
  3. Isolasi ialah pembungkus kabel agar kabel terhindar dari hubungan  dengan penghantar arus listrik yang lain. 
  4. Sambungan Puntir adalah cara menyambung antara dua kabel yang  berbentuk satu garis lurus.  Ada dua macam cara sambungan  puntir yaitu; sambungaan puntir Bell hangers dan sambungan  puntir Western union. 
  5. Turn Back ialah cara menyambung antara dua kabel yang berbentuk  satu garis lurus, dimana kabel ditekuk balik, dimaksudkan  untuk mendapatkan sambungan yang lebih kuat terhadap  rentangan maupun tarikan, sehingga sering disebut sebagai  sambungan bolak-balik. 
  6. Single Wrapped Cable Spice ialah suatu cara menyambung kabel yang  bernadi banyak, yaitu dengan menganyam sesuai dengan arah  alurnya.  
  7. Plain joint ialah cara-cara untuk mencabang kabel yang posisinya dalam  satu bidang datar. 
  8. Knotted tap joint ialah cara-cara untuk mencabang kabel yang posisinya  dalam satu bidang datar dengan memberi suatu simpul agar  sambungan lebih kuat.  

Wednesday, August 5, 2015

Jenis-jenis Potensiometer Jenis-jenis Potensiometer Pengertian dan Fungsi Potensiometer, – Dalam Peralatan Elektronik, sering ditemukan Potensiometer yang berfungsi sebagai pengatur Volume di peralatan Audio / Video seperti Radio, Walkie Talkie, Tape Mobil, DVD Player dan Amplifier. Potensiometer juga sering digunakan dalam Rangkaian Pengatur terang gelapnya Lampu (Light Dimmer Circuit) dan Pengatur Tegangan pada Power Supply (DC Generator). Jadi apa sebenarnya Potensiometer itu? Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya. Gambar dibawah ini menunjukan Struktur Internal Potensiometer beserta bentuk dan Simbolnya.Simbol, Bentuk dan Fungsi Potensiometer Struktur Potensiometer beserta Bentuk dan Simbolnya Pada dasarnya bagian-bagian penting dalam Komponen Potensiometer adalah : Penyapu atau disebut juga dengan Wiper Element Resistif Terminal Jenis-jenis Potensiometer Berdasarkan bentuknya, Potensiometer dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu : Potensiometer Slider, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara menggeserkan Wiper-nya dari kiri ke kanan atau dari bawah ke atas sesuai dengan pemasangannya. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk menggeser wiper-nya. Potensiometer Rotary, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara memutarkan Wiper-nya sepanjang lintasan yang melingkar. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk memutar wiper tersebut. Oleh karena itu, Potensiometer Rotary sering disebut juga dengan Thumbwheel Potentiometer. Potensiometer Trimmer, yaitu Potensiometer yang bentuknya kecil dan harus menggunakan alat khusus seperti Obeng (screwdriver) untuk memutarnya. Potensiometer Trimmer ini biasanya dipasangkan di PCB dan jarang dilakukan pengaturannya.Jenis-jenis Potensiometer Prinsip Kerja (Cara Kerja) Potensiometer Sebuah Potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk jalur (track) dengan terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya (biasanya berada di tengah) adalah Penyapu (Wiper) yang dipergunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif (Resistive). Pergerakan Penyapu (Wiper) pada Jalur Elemen Resistif inilah yang mengatur naik-turunnya Nilai Resistansi sebuah Potensiometer. Elemen Resistif pada Potensiometer umumnya terbuat dari bahan campuran Metal (logam) dan Keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon). Berdasarkan Track (jalur) elemen resistif-nya, Potensiometer dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu Potensiometer Linear (Linear Potentiometer) dan Potensiometer Logaritmik (Logarithmic Potentiometer). Fungsi-fungsi Potensiometer Dengan kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan, Potensiometer sering digunakan dalam rangkaian atau peralatan Elektronika dengan fungsi-fungsi sebagai berikut : Sebagai pengatur Volume pada berbagai peralatan Audio/Video seperti Amplifier, Tape Mobil, DVD Player. Sebagai Pengatur Tegangan pada Rangkaian Power Supply Sebagai Pembagi Tegangan Aplikasi Switch TRIAC Digunakan sebagai Joystick pada Tranduser Sebagai Pengendali Level Sinyal n-bagian penting dalam Komponen Potensiometer adalah : Penyapu atau disebut juga dengan Wiper Element Resistif Terminal Jenis-jenis Potensiometer Berdasarkan bentuknya, Potensiometer dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu : Potensiometer Slider, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara menggeserkan Wiper-nya dari kiri ke kanan atau dari bawah ke atas sesuai dengan pemasangannya. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk menggeser wiper-nya. Potensiometer Rotary, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara memutarkan Wiper-nya sepanjang lintasan yang melingkar. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk memutar wiper tersebut. Oleh karena itu, Potensiometer Rotary sering disebut juga dengan Thumbwheel Potentiometer. Potensiometer Trimmer, yaitu Potensiometer yang bentuknya kecil dan harus menggunakan alat khusus seperti Obeng (screwdriver) untuk memutarnya. Potensiometer Trimmer ini biasanya dipasangkan di PCB dan jarang dilakukan pengaturannya.Jenis-jenis Potensiometer Prinsip Kerja (Cara Kerja) Potensiometer Sebuah Potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk jalur (track) dengan terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya (biasanya berada di tengah) adalah Penyapu (Wiper) yang dipergunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif (Resistive). Pergerakan Penyapu (Wiper) pada Jalur Elemen Resistif inilah yang mengatur naik-turunnya Nilai Resistansi sebuah Potensiometer. Elemen Resistif pada Potensiometer umumnya terbuat dari bahan campuran Metal (logam) dan Keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon). Berdasarkan Track (jalur) elemen resistif-nya, Potensiometer dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu Potensiometer Linear (Linear Potentiometer) dan Potensiometer Logaritmik (Logarithmic Potentiometer). Fungsi-fungsi Potensiometer Dengan kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan, Potensiometer sering digunakan dalam rangkaian atau peralatan Elektronika dengan fungsi-fungsi sebagai berikut : Sebagai pengatur Volume pada berbagai peralatan Audio/Video seperti Amplifier, Tape Mobil, DVD Player. Sebagai Pengatur Tegangan pada Rangkaian Power Supply Sebagai Pembagi Tegangan Aplikasi Switch TRIAC Digunakan sebagai Joystick pada Tranduser Sebagai Pengendali Level Sinyal

Teknik Memasang Membran dan Spoel Loudspeaker Subwoofer Bekas


Pada posting kali ini akan dibahas mengenai teknik pemasangan membran pada loudspeaker khususnya jenis subwoofer. Pertama siapkan terlebih dahulu rangka loudspeaker bekas, pada kasus ini dipakai rangka bekas loudspeaker jenis subwoofer. Perbedaan yang paling menonjol pada loudspeaker woofer dan subwoofer yaitu diameter spoel lilitan email dan diameter lubang spoel lilitan email pada membran loudspeaker serta ukuran diameter dumper (mirip tempat obat nyamuk kuning dan cokelat). Pada ukuran untuk jenis loudspeaker subwoofer ukuran diameter tersebut akan melebihi dari ukuran loudspeaker woofer sehingga untuk ukuran (inchi) diameter loudspeaker yang sama antara woofer dan subwoofer biasanya memiliki tenaga yang berbeda dalam menggetarkan membran loudspeaker begutu pula dayanya. Sedangkan untuk impedansi loudspeaker tergantung pada kegunaannya untuk audio mobil atau untuk audio rumahan. Jika digunakan untuk audio mobil biasanya memiliki impedansi loudspeaker berkisar antara 4 sampai 6 ohm dan lilitan pada spoel yang digunakan juga diameter emailnya lebih besar dari pada diameter email untuk audio rumahan, sedangkan untuk audio rumahan biasanya impedansi loudspeaker berkisar antara 8 sampai 16 ohm.

Untuk impedansi 16 ohm biasanya digunakan pada loudspeaker berbentuk corong atau berbentuk kolom seperti yang digunakan di masjid dengan jarak antara loudspeaker dan power amplifier cukup jauh yaitu sekitar 10 sampai 50 meter, bahkan lebih sehingga sering digunakan transformator untuk menyesuaikan impedansi antara loudspeaker dan power amplifier untuk transmisi sinyal dengan meninggikan tegangan amplitudo (mirip dengan sistem transmisi listrik jarak jauh). Selain itu ada pula sistem loudspeaker yang menggunakan spoel ganda sehingga bisa kita konfigurasi impedansi untuk 4 atau 8 ohm dengan menghubungkan masing-masing spoel secara seri atau paralel.

Setelah memahami  penjelasan diatas selanjutnya bila rangka loudspeaker ukuran 10" (diameter 10 inchi)  sudah siap seperti pada contoh gambar maka yang perlu dilakukan adalah membuang semua membran yang lama kecuali dumper bila masih baik dan membersihkan semua kotoran terutama debu dan pasir baik pada rangka sampai pada lubang spoel pada magnet.

Gambar rangka loudspeaker ukuran 10" yang sudah dibersihkan tampak belakang dan samping.
Setelah dibersihkan maka kita perlu memikirkan kegunaan loudspeaker nantinya, akan digunakan untuk audio mobil ataukah untuk audio rumahan. Karena pilihan tersebut akan menentukan jenis ukuran diameter email dan banyaknya lilitan email pada spoel. Pada kasus ini dipilih spoel yang akan digunakan untuk audio rumahan sehingga biasanya dapat digunakan spoel loudspeaker ukuran 15" mengingat pada loudspeaker subwoofer ini memerlukan diameter yang lebih besar sesuai ukuran aslinya. (Sedikit informasi berdasarkan survey yang sudah saya lakukan bahwa jika anda mencari jenis spoel untuk impedansi 4 ohm agar dapat digunakan di audio mobil mungkin sedikit sulit untuk ditemukan dan jarang tersedia di toko elektronika).

Gambar spoel untuk loudspeaker ukuran 15" dan ring loudspeker ukuran 10"

Selanjutnya untuk membran loudspeaker subeoofer 10" dapat menggunakan membran loudspeaker woofer dengan sedikit memodifikasi diameter ukuran lubang spoelnya supaya pas dengan ukuran spoel loudspeaker 15". Untuk tutup spoel dapat digunakan tutup spoel untuk loudspeaker woofer ukuran 12".

Gambar membran loudspeaker woofer 10" dan tutup spoel untuk loudspeaker woofer 12"

Setelah semua bahan telah ditentukan maka langka pertama yaitu memasang spoel pada dumper yang sudah terpasang pada rangka loudspeaker subwoofer. Spoel dimasukkan dengan hati-hati jangan sampai rusak atau tertekuk. Untuk memudahkan biasanua dilakukan dengan memasukkannya secara sedikit miring dan sedikit diputar. Apabila sudah masuk ke dalam lubang dumper maka sedikit ditekan supaya dapat masuk pula ke dalam lubang magnet. Jarak masuk spoel pada magnet tidak boleh terlalu dalam dan terlalu keluar dari magnet, kira-kira 2/3 bagian spoel (dilihat dari email kuning pada spoel) harus tertanam didalam lubang magnet dan 1/3 bagian spoel berada diluar magnet. Sehingga nantinya didapatkan hasil yang optimal saat spoel bergetar keluar dan masuk dari magnet karena hasil kualitas suara yang baik sangat dipengaruhi pada pemasangan spoel ini dengan jarak yang tepat. Setelah terpasang dengan jarak spoel yang sesuai dengan magnet periksalah apakah saat spoel sedikit dinaikkan dan diturunkan terjadi gesekan ataukah tidak, jika masih terjadi suara gesekan maka aturlah kembali spoel (kiri, kanan, atas dan bawah spoel) agar didapatkan suara gesekan sekecil mngkin tanpa merubah jarak spoel disekitar magnet tersebut. Setidaknya carilah gesekan sekecil mungkin, jika memang tidak ada gesekan saat spoel sedikit digerakkan naik dan turun itu lebih baik, hal itu berarti kualitas spoel dan tingkat kebersihan lubang magnet (dari kotoran debu atau pasir) sangat baik.

Gambar disamping adalah salah satu cara untuk memeriksa gesekan antara spoel yang terpasang. Gesekan antara spoel dan magnet pada loudspeker akan sangat terasa saat spoel digerakkan akibat adanya kotoran atau posisi yang kurang pas. Oleh karena itu atur posisi spoel dengan sesuai dan jangan gunakan lem terlebih dahulu jika masih didapatkan posisi yang belum sesuai.
Apabila posisi spoel telah sesuai maka dapat digunakan lem untuk merekatkan antara dumper dan spoel. Lem yang digunakan tidak boleh menggunakan lem yang bersifat sangat encer karena malah dapat merusak sebab lem yang cair tersebut akan masuk di sela-sela spoel dan dumper hingga sampai ke magnet yang mengkibatkan semuanya terkunci dan tidak dapat digerakkan karena lem tersebut. Gunakan lem yang sdikit kental dan ratakan di seluruh permukaan kontak antara spoel dan dumper.

Gambar disamping merupakan proses yang dilakukan untuk merekatkan antara spoel dan dumper dengan lem yang tidak terlalu cair. Mungkin lem yang tidak terlalu cair tersebut akan memerlukan waktu yang lebih lama daripada lem yang cair yaitu kurang lebih 6 jam atau lebih. Tetapi lebih efektif untuk mencegah kerusakan akibat merembesnya lem ke dalam magnet.Jika lem sudah mengeras dalam waktu 6 jam atau lebih maka dapat dicek kembali gesekan antara spoel dan magnet, kali ini dengan gerakan sedikit jauh dari sebelumnya.


Jika masih tetap sama seperti semula berarti proses berjalan dengan baik dan dapat langsung dilanjutkan ke langkah selanjutnya. Bila ada sedikit gesekan maka masih dapat dilakukan pembersihan pada sela-sela spoel dan magnet serta penataan posisi pada membran speaker. Tetapi bila gesekan malah bertambah keras berarti perlu dilakukan penataan ulang spoel.





Langkah selanjutnya yaitu dengan pemasangan membran woofer pada loudspeaker kali ini cara memasukkan membran hampir sama dengan cara memasukkan spoel ke dumper, yaitu dengan sedikit miring dan memutar. Bila sudah masuk maka aturlah posisi membran supaya berada di tengah dengan melihat ujung ujung membran karet di pinggir sekeliling loudspeaker. Jika sudah berada di tengah maka dapat diberi lem antara tengah membran dan spoel serta tunggulah kembali sampai mengering.

Setelah lem kering jangan lupa bagian bawah membran juga diberi lem secara merata. Sambil menunggu lem pada bawah membran kering sekitar 3 jam dapat dilakukan pengecekan dan penataan pergerakan  membran naik dan turun. Carilah posisi saat pergerakan membran naik dan turun tidak ada gesekan sama sekali. Jika posisi saat membran digerakkan tidak terjadi gesekan didapatkan berarti nantinya loudspeaker dapat bergetar dengan sempurna dan tanpa terdengar suara cacat akibat gesekan saat membran bergetar keras.

Jangan lupa untuk membuat dua buah lubang untuk penghubung ujung terminal spoel. Berilah kabel tembaga elastis atau sering disebut kabel tali emas speaker, bila tidak ditemukan bisa gunakan kabel serabut biasa yang sedikit tebal dan banyak yang dipilin / disatukan untuk menghubungkan ujung email spoel dan terminal kontak untuk loudspeaker (disolder).

Selanjutnya pemberian lem merata di sekeliling membran luar tepat dikaret kontak dengan sekeliling rangka loudspeaker. Ini proses final yang menentukan pergerakan membran mulus atau tidak. Maka sambil menunggu lem kering dengan posisi membran luar yang masih bisa sedikit digeser cari posisi sebaik mungkin tanpa gesekan dengan menggerakkan membran naik dan turun sambil menggeser posisi bila belum didapatkan posisi yang sesuai. Bila posisi sudah sesuai maka segera tekan, supaya lem lebih kuat merekat.


Setelah semuanya selesai maka ring membran dan tutup spoel dapat dipasang dengan lem dan siap dilakukan pengujian.

Ring pada loudspeaker tersebut dapat dipasang untuk menjaga agar loudspeaker tetap merekat sempurna meskipun terjadi getaran yang cukup kuat.

Cara agar blog ada iklannya

Pemilik blog atau website yang memanfaatkan websitenya untuk menjalankan bisnis online, tentunya menginginkan adanya iklan sebagai pelengkap serta alat promosi untuk usahanya tersebut. Namun terkadang, bagi orang yang baru pertama memiliki blog mereka belum tahu dan paham bagaimana membuat blog Anda memiliki iklan. Untuk iklan yang dipasang, Anda bisa dengan sengaja mencari atau mendaftarkan blog Anda ke pemasang iklan. Atau bisa dari pihak pemasang iklan tersebut yang menginginkan untuk memasang iklan di blog kita karena blog kita memiliki pengunjung yang banyak. Cara agar blog ada iklannya harus diperhatikan dengan benar. Jangan sampai google mengetahui bila blog Anda memuat iklan yang meneruskan pagerank.
 Cara agar blog ada iklannya
 Cara agar blog ada iklannya

Mengetahui Cara agar blog ada iklannya
Cara untuk memasang iklan pada blog Anda bisa dilakukan dengan terlebih dahulu Anda login untuk membuka blog Anda. Setelah itu klik tata letak, klik tambah gadget, dan setelah itu Anda bisa menambahkan atau mengcopy kode ke dalam “HTML/JavaScript” sesuai dengan kode iklan yang akan Anda pasang. Sesudah itu, Anda bisa menyimpannya dan kemudian iklan tersebut akan muncul pada bagian blog Anda. Cara memasang iklan sebenarnya termasuk cara atau kegiatan yang mudah untuk dilakukan apabila kita sudah mengetahui kode iklannya.

Namun ada pula disaat pemasang iklan menginginkan iklan dari usahanya dipasang pada blog Anda. Untuk mendapatkan peristiwa seperti itu, Anda tentunya harus membuat blog Anda memiliki peringkat yang tinggi serta peminat pengunjung yang banyak. Bila seperti itu, Anda harus memperhatikan agar iklan yang dipasang oleh pihak pemasang iklan tidak meneruskan pagerank. Karena bila google mengetahui hal tersebut, blog Anda akan mendapatkan penalty. Maka dari itu, Anda harus membuat link nofollow bila Anda hendak menerima iklan dari pihak pemasang iklan tersebut.

Bila Anda sulit mendapatkan kode untuk copas ke blog yang nantinya membentuk sebuah iklan, bisa dilakukan dengan pertama login ke blog Anda dan kemudian pilih setting dan kemudian mobile and email. Setelah itu isikan posting using email terserah keinginan Anda. Lalu klik publish email immediatly dan save. Lanjut dengan kemudian mengunjungi alamat jotform.me. Setelah itu Anda bisa berkreasi sesuka Anda namun Anda harus memperhatikan beberapa hal pada tab setub dan embed. Setelah selesai membuat sesuai kreasi Anda, Anda bisa klik source code dan nantinya Anda sudah bisa mendapatkan kode/scriptnya. Dan sudah bisa Anda copas ke blog untuk membuat iklan ada di blog Anda. Itulah cara agar blog ada iklannya.
sumber : http://ekokusnurhadi.blogspot.com/2013/10/cara-agar-blog-ada-iklannya.html

Tuesday, August 4, 2015

Cara Memperbaiki Hardisk Bad Sector

Ada dua jenis hardisk bad sector, yaitu 'Hard bad sector' dan 'Soft bad sector'.
Hard bad sector tidak bisa diperbaiki karena terdapat kerusakan pada bentuk fisik hardisk tersebut, hard bad sector biasanya disebabkan oleh 'Head crash', yaitu kondisi dimana head pada hardisk terjadi kontak terhadap platter yang menyebabkan kerusakan permanen pada hardisk.

Berbeda dengan hard bad sector, soft bad sector bisa kita perbaiki dengan menggunakan software bawaan dari windows, yaitu 'Chkdsk'. Berikut cara memperbaiki hardisk bad sector menggunakan 'Chkdsk',

  1. Buka windows explorer (tekan windows + E pada keyboard)
  2. Klik kanan pada disk yang akan dicek lalu pilih properties
  3. Buka tab 'Tools' lalu pada bagian error checking pilih 'Check now'
    Cara Memperbaiki Hardisk Bad Sector
  4. Centang kedua pilihan lalu pilih 'Start'
  5. Setelah itu komputer anda akan restart
Proses pengecekan kerusakan ini bisa berlangsung cukup lama, oleh karena itu, sangat disarankan anda menggunakan fitur ini ketika komputer ana tidak sedang digunakan.
Cara mencegah hardisk bad sector
Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah hardisk bad sector,
  1. Pastikan suhu komputer anda tetap dingin dan bersihkan dari debu-debu yang menempel
  2. Matikan komputer dengan proses yang benar
  3. Gunakan PSU berkualitas untuk menjaga arus-arus yang tidak diinginkan dari PLN (Baca: tips dalam memilih power supply)
  4. Hindari goncangan-goncangan pada komputer ataupun laptop untuk mencegah head crash
  5. Gunakan antivirus yang selalu update untuk melindungi komputer dari serangan malware
  6. Gunakan software disk defragmenter untuk mencegah terjadinya bad sector
Oke, demikianlah artikel dari saya tentang hardisk bad sector, mulai dari pengertiannya, cara memperbaiki dan cara pencegahan agar tidak mengalami bad sector. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda semua.
 
sumber : http://panduankomputer-laptop.blogspot.com/2013/06/cara-memperbaiki-hardisk-bad-sector.html


Monday, August 3, 2015

Cara Membagi & Menggabungkan Partisi Hardisk Windows 7


Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7
Saat install Windows XP, 7, Vista dan 8 biasanya kita akan membuat partisi hardisk baru yaitu Local Disk C dan D yang mana untuk sistem windows dan penyimpanan file data. Cara partisi HDD juga bisa dilakukan setelah install windows tanpa harus install ulang dan memakai software/aplikasi.
Kali ini saya akan share Cara Membuat Membagi Menghapus & Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7 Tanpa Software, silahkan ikuti langkah langkah berikut buat sobat yang ingin mempartisi hardisk laptop, pc dan external pada windows 7.


Cara Membagi & Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7 :

1. Buka Computer Management dengan cara klik kanan My Computer pilih Manage.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

2. Klik Disk Management untuk melihat partisi yang ada di komputer.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

3. Untuk Cara Membagi Partisi klik kanan drive yang ingin dibagi lalu pilih Shrink Volume.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

4. Tunggu loading proses Querying Volume sebentar.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

5. Masukkan angka dalam ukuran Mb untuk menentukan kapasitas Drive yang ingin dibuat dari kapasitas Drive yang ingin dibagi lalu klik Shrink.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

6. Muncul tampilan Welcome to the New Simple Volume Wizard klik next.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

7. Jika sudah partisi akan terbagi dan status nya masih Unallocated lalu klik kanan pilih New Simple Volume.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

8. Muncul tampilan Specify Volume Size klik next.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

9. Muncul tampilan Assign Drive Letter or Path, pilih huruf drive yang diinginkan klik next.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

10. Muncul tampilan Format Partition, Pilih file system NTFS dan beri nama Volume Label klik next.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

11. Muncul tampilan Completing the New Simple Volume Wizard klik Finish.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

12. Jika sudah maka Drive baru telah terbuat seperti gambar dibawah.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7
Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

13. Untuk Cara Menggabungkan Partisi klik kanan pilih Format namun jika ada data harus di backup dulu ke Drive D.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

14. Centang Perform a quick format klik OK.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

15. Peringatan bahwa semua data akan dihapus saat proses format klik OK.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

16. Setelah diformat lalu hapus drive atau partisi dengan cara klik kanan pilih Delete Volume.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

17. Peringatan yang sama seperti saat format klik Yes.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

18. Jika sudah lalu klik kanan dan pilih Delete Partition.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

19. Peringatan partisi akan tidak bisa diakses setelah di delete klik Yes.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

20. Jika sudah maka partisi akan menjadi Unallocated lalu klik kanan drive D pilih Extend Volume untuk menggabungkan partisi.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

21. Muncul tampilan Welcome to the Extend Volume Wizard klik next.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

22. Muncul tampilan Select Disk yang ingin digabung klik next.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

23. Muncul tampilan Completing the Extend Volume Wizard klik Finish.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

24. Jika sudah maka Partisi tersebut telah tergabung ke Drive D seperti gambar dibawah.

Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7
Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7

Nah itulah Cara Membagi dan Menggabungkan Partisi Hardisk di Windows 7 tanpa menghapus data, instal ulang dan menggunakan software dengan cepat mudah lengkap dengan gambarnya.


sumber : http://tn-robby.blogspot.com/2012/06/cara-membagi-menggabungkan-partisi-hardisk-di-windows-7-tanpa-software.html