Wednesday, February 14, 2018

Beda Mata Bor Kayu, Beton atau Besi

 Dari media kayu, besi, maupun tembok (beton). Tinggal menyesuaikan dengan jenis mata bornya.
Tapi tahukah Anda, tidak semua mesin bor cocok untuk semua permukaan. Mesin bor di pasaran secara umum terdapat dua jenis, yaitu mesin drill dan impact drill. Kedua jenis ini membedakan permukaan/media apa yang bisa dibor.
Mesin drill digunakan untuk mengebor pada bahan yang terbuat dari kayu dan besi. Pengeboran pada bahan diatas tentu saja harus menggunakan mata bor yang sesuai dengan peruntukannya.
Berikut bagian-bagian dan fungsi pada mesin drill :


Sedangkan pada mesin impact drill, dapat digunakan untuk mengebor pada bahan yang terbuat dari kayu dan besi, dan beton.
Perbedaan fungsi untuk pengeboran bahan beton dapat dilihat dari adanya tombol tambahan pada mesin impact drill, seperti gambar berikut :

Fungsi tombol pada mesin impact drill tersebut adalah untuk mengubah setelan pada mesin, dimana setelan drill (gb. mata bor), untuk pengeboran kayu & besi, dan setelan impact (gb. palu), untuk pengeboran pada media berbahan beton (tembok).
Jadi, perbedaan utama pada mesin impact drill adalah adanya gaya pukulan yang dihasilkan dari mesin tersebut, fungsi inilah yang digunakan untuk mengebor pada tembok / material beton.

Jadi mesin bor listrik jenis apa yang harus saya beli?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus terlebih dahulu mempunyai gambaran, media apa yang nantinya akan Anda bor. Jika Anda membatasi hanya pada permukaan kayu dan besi, mesin drill sudah cukup. Tetapi jika Anda ingin memiliki mesin bor untuk semua pekerjaan, maka mesin impact drill-lah yang harus Anda gunakan.

Dengan fitur yang sama, harga mesin impact drill biasanya memang lebih mahal dibandingkan harga mesin drill. Tetapi mesin ini bisa Anda gunakan pada semua bidang/media. Keunggulan lain dari mesin impact drill adalah, mesin ini mempunyai fitur pengatur kecepatan putaran mata bor. Kecepatan mesin sangat berpengaruh terhadap pengeboran dan berdampak pada efektivitas dan efisiensi dalam melakukan pengeboran, terutama pada pengeboran media besi. Setelan kecepatan putaran mesin bor dipengaruhi oleh ukuran mata bor. Dimana semakin kecil ukuran mata bor, maka kecepatan mesin harus menggunakan setelan maksimum.

Sedangkan pada mesin drill, tidak semua merk menyediakan fitur kecepatan putaran. Kalaupun ada, pastinya harganya lebih mahal dibandingkan mesin drill standar tanpa fitur pengatur kecepatan.

MATA BOR
Setelah mengenal jenis-jenis bor, Anda juga harus mengetahui jenis-jenis mata bor.Tiap jenis mata bor berbeda peruntukannya pada tiap media pengeboran. Di pasaran terdapat banyak jenis mata bor dengan berbagai macam bahan, bentuk, dan harga. Pemilihan mata bor sama pentingnya dengan memilih bor listrik yang tepat.

Mata bor besi. 
Gb. Mata bor besi
Mata bor yang digunakan untuk bahan besi memiliki ciri-ciri ujung mata yang melingkar, serta memiliki sudut yang tidak terlalu runcing.
Adapun jenis-jenis pada Mata bor besi antara lain : HSS (High speed steel) yang diperuntukkan pada bahan besi, serta cobalt yang diperuntukkan untuk bahan baja & stainless steel.


Mata bor Kayu.

Sesuai dengan namanya, Mata bor ini digunakan untuk pengeboran material yang terbuat dari kayu. Perbedaan antara mata bor kayu dengan besi terletak pada ujung mata yang mengalami kontak langsung dengan media.
Gb. Mata bor kayu

Berdasarkan bentuknya, Mata bor kayu memiliki
berbagai macam jenis, yaitu :
- Mata bor kayu (lancip).
- Mata bor kayu kipas.

Untuk pengeboran pada media kayu, juga dapat
menggunakan mata bor yang digunakan untuk besi.
Kelebihan dari penggunaan mata bor besi untuk media
kayu adalah daya tahan (durabilitas) yang baik, namun
harga yang harus dibayarkan lebih mahal.

Mata bor Beton.

Gb. Mata bor beton
Mata bor beton digunakan untuk membuat lubang pada media yang terbuat dari semen (concrete), seperti tembok, cor, dll.
Pada fisiknya, mata bor beton memiliki ujung mata yang berbentuk pipih, dengan menggunakan bahan Carbide pada bagian ujungnya.
 
Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam memilih mesin bor dan mata bor yang tepat untuk kegiatan Anda. Tetapi pada akhirnya pilihan ada di tangan Anda.

Cara isi ulang pulasa/ token PLN elektrik

1. Ketik 20 digit angka yang ada di token PLN.
2. Jika ada kesalahan ketik maka tekan tombol ←- “backspace”, untuk membatalkan.
3. Jika sudah benar, tekan tombol ←-! “enter”, untuk mengaktifkan stroom.
4. Jika 20 digit angka yang dimasukkan benar maka stroom listrik akan bertambah. Dan pada layar tertulis kata “accept”.
5. Jika 20 digit angka yang dimasukkan salah maka stroom listrik tidak bertambah. Dan pada layar tertulis kata “reject”. Jadi ulangi langkah 1-4 di atas.

Cara Reset Epson L110, L210 L300, L350, L355 lampu tinta dan kertas kedip

Jika anda menemukan masalah Printer Epson L350 yang led tinta dan led kertas berkedip secara bergantian dan di layar monitor anda muncul pesan Service Required printer tidak dapat mencetak, seperti gambar di atas. hal ini menunjukan bahwa pembuangan tinta sudah penuh.
Solusi nya adalah dengan melakukan reset printer menggunakan tool reseter. Baca cara Reset printer epson L350.

atau dengan cara 
  • Pertama tekan Tombol RESUME yang ada di samping tombol power printer sekitar 5 detik, dan lepas
  • Ulangi tekan Tombol RESUME sekitar 3 Detik, dan lepas
  • Lalu Tekan Sekali lagi tombol resume dengan cepat sekitar 1 detik
  • Tunggu beberapa saat dan jika tombol power printe epson anda sudah berwarna hijau berarti sudah siap digunakan
  • Selesai

Membuat Efek Animasi Text pada HTML | Tips and Trik Blog


Mungkin anda sering melihat animasi-animasi unik yang ada pada blog-blog tiap orang yang pernah anda jumpai, seperti

TEXT BERJALAN TIADA HENTI SEPERTI INIKAH YANG ANDA MAU????TEXT BERKEDLIP-KELIP,

dan sebagainya.
Berikut ini adalah kode-kode untuk efek text:


==================================================
<blink>TEXT</blink>
TEXT
kode untuk perilaku text berkelip-kelip
==================================================

Helllllooo
==================================================
<marquee>TEXT</marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan dari kanan ke kiri
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee direction="right">TEXT</marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan dari kiri ke kanan
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee behavior="alternate">TEXT</marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan berjalan ke kiri dan ke kanan
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee direction="up">TEXT</marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan berjalan ke atas
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee direction="down">TEXT</marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan berjalan ke bawah
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee direction="up" behavior="alternate">TEXT</marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan berjalan ke atas dan ke bawah
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee behavior="alternate" direction="up" width="80%"><marquee direction="right">TEXT</marquee></marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan terbang zigzag
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee behavior="alternate" direction="up" width="80%"><marquee direction="right" behavior="alternate">TEXT</marquee></marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan berjalan zigzag ke atas dan ke bawah
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee behavior="alternate" width="10%">>></marquee>TEXT<marquee behavior="alternate" width="10%"><<</marquee>
>>TEXT<<
Kode perilaku untuk menampilkan tanda panah ke teks
==================================================
Helllllooo
==================================================
<font ><marquee direction="left" style="background:BLUE">TEXT</marquee></font>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan berjalan dari kanan ke kiri dengan latar belakang warna, anda bisa merubahnya dengan kode warna lain
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee style="border:BLUE 2px SOLID">TEXT</marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan berjalan dari kanan ke kiri dengan dikelilingi garis tepi (border)
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee behavior="alternate"><marquee width="150">TEXT</marquee></marquee>
TEXT
Kode untuk perilaku gerakan berjalan dengan hanya menampilkan bagian depan textnya saja atau hidden marquee
==================================================
Helllllooo
==================================================
<marquee behavior=alternate direction=up scrollamount=2 scrolldelay=65 height=80 style="Text-align;filter:wave(add=0,phase=1, freq=1,strength=15,color=.FFFFFF)"><center>TEXT<br>TEXT</center></marquee>
TEXT
TEXT

Kode untuk perilaku gerakan berjalan seperti gelombang ombak ke atas dan ke bawah
==================================================




Keterangan :
+ Ganti tulisan Text dengan tulisan yang akan di tampilkan sesuai keinginan.

Cara membuatnya :
1. Login to Blogger kemudian pilih "Layout"
2. Klik pada "Page Element" trus pilih "Add a Gadget --> HTML/Javascript" (Tempatnya terserah kamu).
3. Copy Paste Script yang ada tinggal anda edit saja
4. Klik Simpan dan selesai

Ada variasi lain dari marquee lagi, yaitu ketika mouse sedang berada di area marquee teks akan berhenti dan ketika mouse di geser kembali ketempat lain maka teks akan bergerak kembali, ini hanya di tambahkan sedikit program pada kolom marquee tsb. Kodenya di bawah ini :

========================================================
<table border="1" width="341" cellpadding="1" height="260">
<tr>
<td align="right">
<marquee direction="up" onmouseover="this.stop()" width="332" onmouseout="this.start()" scrollamount="2" height="250">
<ul>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
<li><a href='URL ANDA' target="_blank">KEREN KAN??</a></li>
</ul>
</marquee>
</td>
</tr>
</table>
=========================================================

Hasilnya dapat anda lihat di bawah ini dan coba arahkan mouse ke tulisan :









GOODLUCK

Cara rakit lampu LED dari tegangan 220 VAC

LED untuk penerangan umumnya mempunyai tegangan maju (FVD, Forward Voltage Drop) antara 3 sampai dengan 4V, meskipun ada juga yang dibuat dengan tegangan maju hingga 9 atau 12V. Di sini khusus akan difokuskan kepada penggunaan LED dengan tegangan maju 3V hingga maksimal 3,4V (Led topi atau Led payung) karena Led ini cukup banyak dijual di toko-toko komponen elektronik.


Untuk menyalakan LED dengan tegangan AC 220 Volt PLN dapat dilakukan dengan beberapa metode, salah satu metode tersebut adalah dengan membuat rangkaian seperti pada gambar diatas. Metode menyalakan LED dengan tegangan AC 220V yang digunakan pada rangkaian diatas adalah dengan dengan cara menyearahkan tegangan AC 220V menjadi tegangan DC kemudian memberikan pembatas arus untuk tegangan supply rangkaian LED.
Rangkaian LED AC 220 Volt pada gambar diatas terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut.
Rectifier, bagian ini berfungsi untuk menyearahkan tegangan AC 220V menjadi tegangan DC. Komponen yang berfungsi sebagai rectifier adalah dioda bridge D1 dan kapasitor C2.
Pembatas arus, bagian pembatas arus berfungsi untuk membatasi arus maksimum arus yang mengalir ke LED dan rectifier. Pada rangkaian LED AC 220 Volt diatas terdapat 2 unit pembatas arus yaitu pembatas arus untuk rectifier dan pembatas arus untuk LED. Pembatas arus rectifie rmenggunakan resistor R1 110 KOhm dan pembatas arus LED menggunakan resistor R2 56 Ohm.
rangkaian lampu led, rangkaian lampu led 220v, rangkaian led 220v, skema rangkaian lampu led, skema lampu LED 220v, Skema lampu led, kumpulan skema inverter- dc 12 volt to acc 220 volt, membuat lampu led rumah, cara membuat lampu led 220v, merangkai lampu led 220v


Rangkaian sederhana LED 220 voltRangkaian sederhana LED 220 volt

Cara Menggunakan Multimeter (Mengukur Tegangan DC AC, Arus, Hambatam, Resistor)

Multimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur Voltage (Tegangan), Ampere (Arus Listrik), dan Ohm (Hambatan/resistansi) dalam satu unit. Multimeter sering disebut juga dengan istilah Multitester atau AVOMeter (singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter). Terdapat 2 jenis Multimeter dalam menampilkan hasil pengukurannya yaitu Analog Multimeter (AMM) dan Digital Multimeter (DMM).
Beberapa kemampuan pengukuran Multimeter yang banyak terdapat di pasaran antara lain :
  • Voltage (Tegangan) AC dan DC satuan pengukuran Volt
  • Current (Arus Listrik) satuan pengukuran Ampere
  • Resistance (Hambatan) satuan pengukuran Ohm
  • Capacitance (Kapasitansi) satuan pengukuran Farad
  • Frequency (Frekuensi) satuan pengukuran Hertz
  • Inductance (Induktansi) satuan pengukuran Henry
  • Pengukuran atau Pengujian Dioda
  • Pengukuran atau Pengujian Transistor

Bagian-bagian penting Multimeter

Multimeter atau multitester pada umumnya terdiri dari 3 bagian penting, diantanya adalah :
  1. Display
  2. Saklar Selektor
  3. Probe
Gambar dibawah ini adalah bentuk Multimeter Analog dan Multimeter Digital beserta bagian-bagian pentingnya.Bagian-bagian Multimeter (Multitester)

Cara Menggunakan Multimeter untuk Mengukur Tegangan, Arus listrik dan Resistansi

1. Cara Mengukur Tegangan DC (DC Voltage)

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke DCV
  2. Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 6 Volt, putar saklar selector ke 12 Volt (khusus Analog Multimeter)
    **Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang lebih tinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.
  3. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Probe Merah pada terminal Positif (+) dan Probe Hitam ke terminal Negatif (-). Hati-hati agar jangan sampai terbalik.
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.
Cara mengukur Tegangan DC

2. Cara Mengukur Tegangan AC (AC Voltage)

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke ACV
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 220 Volt, putar saklar selector ke 300 Volt (khusus Analog Multimeter)
    **Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang tertinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.
  3. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Untuk Tegangan AC, tidak ada polaritas Negatif (-) dan Positif (+)
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.
Cara Mengukur Tegangan AC

 3. Cara Mengukur Arus Listrik (Ampere)

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke DCA
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan arus yang akan diukur. Jika Arus yang akan diukur adalah 100mA maka putarlah saklar selector ke 300mA (0.3A). Jika Arus yang diukur melebihi skala yang dipilih, maka sekering (fuse) dalam Multimeter akan putus. Kita harus menggantinya sebelum kita dapat memakainya lagi.
  3. Putuskan Jalur catu daya (power supply) yang terhubung ke beban,
  4. Kemudian hubungkan probe Multimeter ke terminal Jalur yang kita putuskan tersebut. Probe Merah ke Output Tegangan Positif (+) dan Probe Hitam ke Input Tegangan (+) Beban ataupun Rangkaian yang akan kita ukur. Untuk lebih jelas, silakan lihat gambar berikut ini.
  5. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter
Cara Mengukur Arus Listrik (Ampere)

4. Cara Mengukur Resistor (Ohm)

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke Ohm (Ω)
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda “X” yang artinya adalah “Kali”. (khusus Multimeter Analog)
  3. Hubungkan probe ke komponen Resistor, tidak ada polaritas, jadi boleh terbalik.
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter. (Khusus untuk Analog Multimeter, diperlukan pengalian dengan setting di langkah ke-2)Cara Mengukur Resistor (OHM)

Friday, February 2, 2018

Cara Menghapus Worksheet lebih dari satu di Excel

Penghapusan beberapa worksheet sekaligus akan mempercepat prosesnya. Langkah- langkah nya
  1. Misal kita ingin menghapus beberapa worksheet : sheet2, sheet3, sheet4, dan sheet6
  2. Klik sheet2
  3. Kemudian sambil menekan tombol SHIFT lakukan klik pada sheet4. Hal ini akan menseleksi beberapa sheet, yakni sheet2 hingga sheet4.
  4. Selanjutnya tekan tombol CTRL lalu klik Sheet6, sehingga sheet yang terpilih akan menjadi Sheet2, Sheet3, Sheet4 dan Sheet6
  5. Langkah berikutnya klik kanan pada salah satu sheet yang telah dipilih tersebut
  6. Pilih item Delete
  7. Anda akan dikonfirmasi atas permintaan menghapus worksheet. Klik tombol Delete untuk menghapus worksheet atau tekan tombol Cancel untuk membatalkan penghapusan worksheet
  8. Bila anda memilih Delete maka keempat buah worksheet tersebut akan dihapus.


catatan:
  • Dengan cara ini anda bisa menghapus, dua, tiga, empat, lima atau berapapun worksheet yang anda inginkan secara sekaligus tanpa harus melakukan penghapusan satu persatu

  • Penekanan tombol SHIFT untuk memilih sheet yang berurutan
  • Penekanan tombol CTRL untuk memilih sheet satu persatu

Tuesday, January 30, 2018

Pembagian Group Instalasi listrik MCB



Pembagian group instalasi khususnya pada bangunan kita bertujuan agar jika suatu ketika terjadi gangguan instalasi pada ruangan/ blok ruangan tertentu tidak mengakibatkan seluruh bangunan padam total alias tenaga listriknya mati semua. Umum kita jumpai pembagian group instalasi terdapat pada bangunan bertingkat atau bangunan yang lumayan panjang
Ok...langsung saja, berikut sedikit penjelasan tentang bagaimana cara pembagian group instalasi pada bangunan. Pada pembahasan pembagian group instalasi ini, biar mudah kita gunakan kotak pengaman box MCB dimana masing-masing group instalasi dibatasi oleh MCB. Tetapi jika anda menggunakan kotak pengaman berupa box sekering tentu saja harus menentukan box sekering yang akan digunakan dalam pembagian group instalasi.
Ilustrasi gambar dari pembagian group instalasi dapat dilihat dari gambar A dibawah ini. 
 Nah dari gambar tersebut diatas dapat dilihat bahwa saluran kabel yang digunakan ke masing-masing MCB hanya kabel phasa alias setrum (kabel hitam), sedangkan kabel netral(kabel biru) dan kabel ground(kabel kuning) masing-masing group langsung disambungkan dari kabel sumber listrik(dalam hal ini berasal dari kabel NYM 3x4 mm²). 
Contoh ilustrasi gambar pemasangan pada box MCB dapat dilihat dari gambar B berikut. 
Seperti terlihat dari gambar diatas hanya kabel phasa/strum (kabel hitam) yang dihubungkan ke masing-masing MCB sedangkan kabel netral (kabel biru) dan kabel ground (kabel kuning) dihubungkan langsung ke kabel NYM 3x4 mm² melalui konektor kabel.Mengenai besarnya nilai masing-masing MCB pembatas tiap-tiap group instalasi bisa disesuaikan penggunaan dari masing-masing group.Yang terpenting adalah besarnya masing-masing MCB pembatas groupnya tidak melebihi daya terpasang dari sumber listrik. Contoh penjelasan yang dimaksud diatas adalah sebagai berikut : jika anda berlangganan daya terpasang 1300 VA alias MCB pembatasnya 6 A(ampere) dan pada instalasi rumah dibuat dua group instalasi maka pemilihan masing-masing MCB pembatas group instalasinya bisa 4 A & 2 A atau 6 A & 2 A atau 4 A & 4A bahkan bisa 6 A & 6 A. Yang terpenting jangan sampai melebihi MCB pembatas dari daya terpasang. karena tujuan seperti disampaikan di awal. tetapi jika anda mau memilih pembatas group yang lebih besar dari daya terpasang juga tidak menjadi masalah karena jika terjadi masalah pada instalasi  anda maka MCB pembatas dari daya terpasang juga akan terputus. Tetapi ada baiknya masing-masing group instalasi diberi pembatas MCB sesuai kebutuhan group instalasinya...
"ANJURAN" 
Jika anda menggunakan beberapa group instalasi ada baiknya baiknya anda menggunakan MCB utama sebelum dibagi menjadi beberapa group instalasi. MCB utama yang dimaksud bukan MCB pembatas dari daya terpasang. 
Ilustrasi gambarnya seperti terlihat pada gambar C dibawah ini. 
Untuk gambar C, MCB utamanya sebaiknya jangan sampai melebihi besarnya MCB pembatas dari daya terpasang. Mengapa demikian? karena fungsi dari MCB utama ini harusnya menjaga agar jangan sampai MCB pembatas dari daya terpasang terputus. Contoh jika mcb pembatas dari daya terpasang 6A maka sebaiknya MCB utamanya juga dipilih 6A.Demikian sedikit penjelasan mengenai pembagian group instalasi



Gb 1
Master Saklar = 10 A (Ampere)
Mini Saklar = 10 A (Ampere)
rekomendasi maksimal pada mini saklar,
tapi penggunaan 10 A (Ampere) jika ternyata daya listrik yang kita gunakan ternyata
lebih kecil dari itu, ini mengakibatkan ketidak efisien alias pemborosan listrik,
akibatnya tagihan listrik akan selalu tinggi tiap bulannya.

Gb 2
Master Saklar = 10 A (ampere)
Mini saklar = 6 A (Ampere),
rekomendasi efisien (kalkulasi ulang) pada mini saklar,
jika daya yang kita pakai ternyata lebih besar, akan sering mengakibatkan Mini saklar sering
mati (off), tagihan listrik akan cukup hemat tiap bulannya.

Gb 3
Master Saklar = 10 A (Ampere)
Mini saklar = 16 A (Ampere),
ini sangat berbahaya, karena fungsi MCB pada mini saklar tidak akan berjalan,
akibatnya Master Saklar yang akan sering mati (off) kalau terjadi kelebihan beban,
bahkan bisa mengakibatkan kebakaran akibat kelebihan beban.
Tagihan listrik tiap bulan dipastikan akan tinggi sekali.

Gb 4
Master Saklar = 10 A (Ampere)
Mini Saklar, bervariasi = 6 dan 10 A (Ampere),
ini setelah kita melakukan kalkulasi tepat terhadap kebutuhan daya listrik masing-masing
area dalam rumah, hasilnya daya listrik menjadi lebih efisien penggunaannya, tagihan listrik
tiap bulan akan menjadi lebih hemat.

Monday, January 29, 2018

Jenis - Jenis MCB Serta Fungsinya

Jenis - Jenis MCB Serta Fungsinya
MCB (Mini Circuit Breaker) adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga untuk dilengkapi relay elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat. MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu fasa dan tiga fasa. Keuntungan menggunakan MCB, yaitu :

  1. Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun terjadi hubungan singkat pada salah satu fasanya.
  2. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih.
  3. Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.

Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu:
  1. Secara Thermis Berfungsi untuk mengamankan arus beban lebih.
  2. Secara Elektromagnetik berfungsi untuk mengamankan jika terjadi hubung singkat.

Pengaman Thermis pada MCB memiliki prinsip yang sama dengan thermal overload yaitu menggunakan dua buah logam yang digabungkan (bimetal), pengaman secara thermis memiliki kelambatan. Ini tergantung pada besarnya arus yang dapat menarik sebuah angker dari besi lunak.

MCB dibuat hanya memiliki satu kutub untuk pengaman satu fasa, sedangkan untuk pengaman tiga fasa biasanya memiliki tiga kutub dengan tuas yang disatukan, sehingga apabila terjadi gangguan pada salah satu kutub maka kutub yang lainnya juga akan ikut terputus.

Berdasarkan penggunaan dan daerah kerjanya, MCB dapat digolongkan menjadi 5 jenis ciri yaitu:

  1. Tipe Z (rating dan breaking capacity kecil) yaitu digunakan untuk pengaman rangkaian semikonduktor dan trafo-trafo yang sensitif terhadap tegangan.
  2. Tipe K (rating dan breaking capacity kecil) yaitu digunakan untuk mengamankan alat-alat rumah tangga.
  3. Tipe G (rating besar) yaitu digunakan untuk pengaman motor.
  4. Tipe L (rating besar) yaitu digunakan untuk pengaman kabel atau jaringan.
  5. Tipe H yaitu digunakan untuk pengaman instalasi penerangan bangunan. 
Macam - Macam CB (Circuit Breaker)
1. MCCB (Moulded Case Circuit Breaker)

Merupakan salah satu alat pengaman yang dalam proses operasinya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat untuk penghubung. Jika dilihat dari segi pengaman, maka MCCB dapat berfungsi sebagai pengaman gangguan arus hubung singkat dan arus beban lebih. Pada jenis tertentu pengaman ini, mempunyai kemampuan pemutusan yang dapat diatur dengan yang diinginkan. Berikut gambar MCCB
Jenis - Jenis MCB Serta Fungsinya

2. ACB (Air Circuit Breaker)
Merupakan jenis sirkuit breaker dengan sarana pemadam busur api berupa udara. ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah. Udara pada tekanan ruang atmosfer digunakan sebagai peredam busur api yang timbul akibat proses switching maupun gangguan. Berikut gambar ACB
Jenis - Jenis MCB Serta Fungsinya

Rating standar ACB yang dapat dijumpai dipasaran seperti ditunjukan pada gambar diatas. Pengoperasian pada bagian mekanik ACB dapat dilakukan dengan bantuan solenoid motor ataupun pneumatik. Perlengkapan lain yang sering diintegrasikan dalam ACB adalah :
-Over Current Relay (OCR)
-Under Voltage Relay (UVR)

Baca Juga : Cara Mengetahui Berapa Ampere Pada MCB

3. OCB (Oil Circuit Breaker)
Merupakan jenis sirkuit breaker yang menggunakan minyak sebagai sarana pemadam busur api yang timbul saat terjadi gangguan. Bila terjadi busur api dalam minyak, maka minyak yang dekat busur api akan berubah menjadi uap minyak dan busur api akan dikelilingi oleh gelembung-gelembung uap minyak dan gas. Gas yang terbentuk tersebut mempunyai sifat thermal conductivity yang baik dengan tegangan ionisasi tinggi sehingga baik sekali digunakan sebagai bahan media pemadam loncatan bunga api. Berikut ini gambarnya
Jenis - Jenis MCB Serta Fungsinya

4. VCB (Vacuum Circuit Breaker)
Memiliki ruang hampa udara untuk memadamkan busur api, pada saat circuit breaker terbuka (open), sehingga dapat mengisolir hubungan setelah bunga api terjadi, akibat gangguan atau sengaja dilepas. Salah satu tipe dari circuit breaker adalah recloser. Recloser hampa udara dibuat untuk memutuskan dan menyambung kembali arus bolak-balik pada rangkaian secara otomatis. Pada saat melakukan pengesetan besaran waktu sebelumnya atau pada saat recloser dalam keadaan terputus yang kesekian kalinya, maka recloser akan terkunci (lock out), sehingga recloser harus dikembalikan pada posisi semula secara manual. Berikut gambarnya
Jenis - Jenis MCB Serta Fungsinya

5. SF6 CB (Sulfur Hexafluoride Circuit Breaker)
Adalah penutus rangkaian yang menggunakan gas SF6 sebagai sarana pemadam busur api. Gas SF6 merupakan gas berat yang mempunyai sifat dielektrik dan sifat memadamkan busur api yang baik sekali. Prinsip pemadaman busur apinya adalah gas SF6 dituiupkan sepanjang busur api, gas ini akan mengambil panas dari busur api tersebut dan akhirnya padam. Rating tegangan CB adalah antara 3,6 KV – 760 KV. Berikut gambarnya
Jenis - Jenis MCB Serta Fungsinya

sumber : http://www.electricsschool.com/2017/03/jenis-jenis-mcb-serta-fungsinya.html