Mengapa Udara bisa masuk dalam selang infus Canon ?
Udara dalam selang infus Canon di sebabkan oleh adanya celah antara lubang cartridge dan karet infus tempat selang infus yang masuk ke dalam catridge. Atau lebih gampangnya, sambungan selang dan cartridge “longgar”. Celah ini terjadi karena lubang cartridge tidak sesuai dengan karet, karena pada saat melubangi cartridge hanya
dengan solder / mata bor yang tidak sesuai dengan diameter karet dan
knee infus. Akibatnya, lama-kelamaan udara akan bisa masuk dalam selang
infus.
Kneel & Karet Cartridge
Tempat Udara Masuk
Peralatan Untuk Mengatasi Udara Dalam Selang Infus Canon :
Lem UHU
Toolkit Penyedot Cartridge Canon
Cara Mengatasi Udara Dalam Selang Infus Canon :
Siapkan Lem UHU (jangan menggunakan Lem ALTECO, dapat merusak plastik)
Ambil cartridge dan jangan lepas selang infusnya.
Lem bagian pinggiran lubang cartridge tempat selang masuk, usahakan jangan sampai udara bisa masuk.
Biarkan Lem mengering dulu.
Buka Tutup pernafasan tabung Infus
Siapkan Toolkit Penyedot CartridgeCanon, kemudian Pasang Cartridge ke Toolkit tersebut.
Pasang SPUIT / Suntikan tanpa jarum ke lubang karet di bagian bawah Toolkit Penyedot Catrid.
Kemudian sedot tintanya sampai udara dalam selang hilang.
Printer sudah Ready.
Merekatkan Lem UHU ke Cartridge
Saluran Infus Setelah Selesai
Posisi Penyedot Tinta
Mulai Menggunakan Penyedot Tinta
Tinta Setelah Disedot
Tinta Setelah Disedot
Nb : Gunakan bor infus yang sesuai dengan diameter karet Infus tempat L selang infus. Bor ini memiliki ukuran diameter 3.6mm.
Mengunci
Workbook dalam Excel berguna untuk melindungi konten data yang terdapat
dalam setiap sheet tersebut agar tidak bisa diubah atau dimodifikasi
orang lain.
Pada postingan tentang Cara Membuka Worksheet Yang Terproteksi
menjelaskan bagaimana membuka kembali worksheet yang terkunci jika Anda
lupa pasword nya dan kali ini menjelaskan tentang membuka pasword untuk
lembar kerja secara keseluruhannya.
Sekarang bagaimanakah jika password yang digunakan untuk mengunci
workbook tersebut lupa atau tidak ingat, sehingga file tersebut tidak
bisa dimodifikasi atau dipakai sama sekali.
Nah untuk membuka workbook Excel yang terkunci, ada cara untuk membuka password tersebut, ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
Buka File Excel dimana Workbook tersebut diproteksi.
Lalu buka Visual Basic (Alt+F11), dan klik Insert dan klik Module.
Kemudian copy-kan syntax VBA berikut ini ke dalam Module tersebut:
Public Sub AllInternalPasswords()
' Breaks worksheet and workbook structure passwords. Bob McCormick
' probably originator of base code algorithm modified for coverage
' of workbook structure / windows passwords and for multiple passwords
'
' Norman Harker and JE McGimpsey 27-Dec-2002 (Version 1.1)
' Modified 2003-Apr-04 by JEM: All msgs to constants, and
' eliminate one Exit Sub (Version 1.1.1)
' Reveals hashed passwords NOT original passwords
Const DBLSPACE As String = vbNewLine & vbNewLine
Const AUTHORS As String = DBLSPACE & vbNewLine & _
"Adapted from Bob McCormick base code by" & _
"Norman Harker and JE McGimpsey"
Const HEADER As String = "AllInternalPasswords User Message"
Const VERSION As String = DBLSPACE & "Version 1.1.1 2003-Apr-04"
Const REPBACK As String = DBLSPACE & "Please report failure " & _
"to the microsoft.public.excel.programming newsgroup."
Const ALLCLEAR As String = DBLSPACE & "The workbook should " & _
"now be free of all password protection, so make sure you:" & _
DBLSPACE & "SAVE IT NOW!" & DBLSPACE & "and also" & _
DBLSPACE & "BACKUP!, BACKUP!!, BACKUP!!!" & _
DBLSPACE & "Also, remember that the password was " & _
"put there for a reason. Don't stuff up crucial formulas " & _
"or data." & DBLSPACE & "Access and use of some data " & _
"may be an offense. If in doubt, don't."
Const MSGNOPWORDS1 As String = "There were no passwords on " & _
"sheets, or workbook structure or windows." & AUTHORS & VERSION
Const MSGNOPWORDS2 As String = "There was no protection to " & _
"workbook structure or windows." & DBLSPACE & _
"Proceeding to unprotect sheets." & AUTHORS & VERSION
Const MSGTAKETIME As String = "After pressing OK button this " & _
"will take some time." & DBLSPACE & "Amount of time " & _
"depends on how many different passwords, the " & _
"passwords, and your computer's specification." & DBLSPACE & _
"Just be patient! Make me a coffee!" & AUTHORS & VERSION
Const MSGPWORDFOUND1 As String = "You had a Worksheet " & _
"Structure or Windows Password set." & DBLSPACE & _
"The password found was: " & DBLSPACE & "$$" & DBLSPACE & _
"Note it down for potential future use in other workbooks by " & _
"the same person who set this password." & DBLSPACE & _
"Now to check and clear other passwords." & AUTHORS & VERSION
Const MSGPWORDFOUND2 As String = "You had a Worksheet " & _
"password set." & DBLSPACE & "The password found was: " & _
DBLSPACE & "$$" & DBLSPACE & "Note it down for potential " & _
"future use in other workbooks by same person who " & _
"set this password." & DBLSPACE & "Now to check and clear " & _
"other passwords." & AUTHORS & VERSION
Const MSGONLYONE As String = "Only structure / windows " & _
"protected with the password that was just found." & _
ALLCLEAR & AUTHORS & VERSION & REPBACK
Dim w1 As Worksheet, w2 As Worksheet
Dim i As Integer, j As Integer, k As Integer, l As Integer
Dim m As Integer, n As Integer, i1 As Integer, i2 As Integer
Dim i3 As Integer, i4 As Integer, i5 As Integer, i6 As Integer
Dim PWord1 As String
Dim ShTag As Boolean, WinTag As Boolean
Application.ScreenUpdating = False
With ActiveWorkbook
WinTag = .ProtectStructure Or .ProtectWindows
End With
ShTag = False
For Each w1 In Worksheets
ShTag = ShTag Or w1.ProtectContents
Next w1
If Not ShTag And Not WinTag Then
MsgBox MSGNOPWORDS1, vbInformation, HEADER
Exit Sub
End If
MsgBox MSGTAKETIME, vbInformation, HEADER
If Not WinTag Then
MsgBox MSGNOPWORDS2, vbInformation, HEADER
Else
On Error Resume Next
Do 'dummy do loop
For i = 65 To 66: For j = 65 To 66: For k = 65 To 66
For l = 65 To 66: For m = 65 To 66: For i1 = 65 To 66
For i2 = 65 To 66: For i3 = 65 To 66: For i4 = 65 To 66
For i5 = 65 To 66: For i6 = 65 To 66: For n = 32 To 126
With ActiveWorkbook
.Unprotect Chr(i) & Chr(j) & Chr(k) & _
Chr(l) & Chr(m) & Chr(i1) & Chr(i2) & _
Chr(i3) & Chr(i4) & Chr(i5) & Chr(i6) & Chr(n)
If .ProtectStructure = False And _
.ProtectWindows = False Then
PWord1 = Chr(i) & Chr(j) & Chr(k) & Chr(l) & _
Chr(m) & Chr(i1) & Chr(i2) & Chr(i3) & _
Chr(i4) & Chr(i5) & Chr(i6) & Chr(n)
MsgBox Application.Substitute(MSGPWORDFOUND1, _
"$$", PWord1), vbInformation, HEADER
Exit Do 'Bypass all for...nexts
End If
End With
Next: Next: Next: Next: Next: Next
Next: Next: Next: Next: Next: Next
Loop Until True
On Error GoTo 0
End If
If WinTag And Not ShTag Then
MsgBox MSGONLYONE, vbInformation, HEADER
Exit Sub
End If
On Error Resume Next
For Each w1 In Worksheets
'Attempt clearance with PWord1
w1.Unprotect PWord1
Next w1
On Error GoTo 0
ShTag = False
For Each w1 In Worksheets
'Checks for all clear ShTag triggered to 1 if not.
ShTag = ShTag Or w1.ProtectContents
Next w1
If ShTag Then
For Each w1 In Worksheets
With w1
If .ProtectContents Then
On Error Resume Next
Do 'Dummy do loop
For i = 65 To 66: For j = 65 To 66: For k = 65 To 66
For l = 65 To 66: For m = 65 To 66: For i1 = 65 To 66
For i2 = 65 To 66: For i3 = 65 To 66: For i4 = 65 To 66
For i5 = 65 To 66: For i6 = 65 To 66: For n = 32 To 126
.Unprotect Chr(i) & Chr(j) & Chr(k) & _
Chr(l) & Chr(m) & Chr(i1) & Chr(i2) & Chr(i3) & _
Chr(i4) & Chr(i5) & Chr(i6) & Chr(n)
If Not .ProtectContents Then
PWord1 = Chr(i) & Chr(j) & Chr(k) & Chr(l) & _
Chr(m) & Chr(i1) & Chr(i2) & Chr(i3) & _
Chr(i4) & Chr(i5) & Chr(i6) & Chr(n)
MsgBox Application.Substitute(MSGPWORDFOUND2, _
"$$", PWord1), vbInformation, HEADER
'leverage finding Pword by trying on other sheets
For Each w2 In Worksheets
w2.Unprotect PWord1
Next w2
Exit Do 'Bypass all for...nexts
End If
Next: Next: Next: Next: Next: Next
Next: Next: Next: Next: Next: Next
Loop Until True
On Error GoTo 0
End If
End With
Next w1
End If
MsgBox ALLCLEAR & AUTHORS & VERSION & REPBACK, vbInformation, HEADER
End Sub
Setelah itu aktifkan Tools dan klik Macros, setelah terbuka jendela Macros aktifkan AllInternalPasswords dan klik Run
Biarkan system bekerja beberapa saat dan akan muncul pesan sebagai berikut:
Laluklik OK dan tutup program Visual Basic, maka workbook yang tadinya terkunci dapat dimodifikasi atau ditulis lagi.
DISCLAIMER: Harap dicatat bahwa melanggar proteksi password dapat melanggar
hukum atau peraturan tentang hak privasi seseorang, dalam hal ini segala
tutorial dan tulisan ini semata untuk kepentingan pembelajaran dan
bukan untuk tindak kejahatan yang melanggar hukum, dan segala akibat
yang ditimbulkan darinya merupakan tanggung jawab pengguna.
Pernahkan anda mengalami, ketika anda hendak menginstal ulang komputer
tapi komputer tersebut tidak mau di install atau anda hendak menginstal
ulang komputer anda tapi selalu gagal. Kegagalan instal tersebut bisa
ditandai dengan blue screen, hang, atau tiba-tiba mati atau restart.
Jika anda pernah atau mungkin suatu saat mengalami hal tersebut maka
saya akan membagikan pengalamannya kepada anda mudah-mudahan bisa
diambil pelajaran dari pengalaman saya tersebut.
Komputer ketika di instal ulang pasti dia memeriksa keadaan hardware
yang berada didalam komputer tersebut, apakah hardware tersebut cocok
atau apakah hardware tersebut ada kerusakan atau crash..
permasalahan ini yang menyebabkan komputer yang tidak mau di install, biasanya komputer akan blue screen atau hang....anda tidak usah khawatir..ada beberapa alternatif untuk menyelesaikan masalah tersebut
cara tersebut adalah
Bila anda menggunakan ram/memori lebih dari satu....maka kemungkinan
salah satu ram tersebut ada yang crash..atau tidak cocok, coba anda
ganti ram tersebut atau coba gunakan 1 ram saja untuk mengetesnya..
coba ganti hardisk anda dengan hardisk yang lain ...ada kemungkinan
hardisk anda mengalami bad sector..walaupun komplit pada proses format
tidak menjamin hardisk anda dalam keadaan sehat. untuk masalah hardisk
secara detail anda baca artikel saya yang berjudul Solusi Komputer Lemot, hang, restart, dan blue screen
Bila kedua langkah tersebut sudah anda jalani tapi tetap saja
komputer tidak mau di install...maka pilihan terakhir ada pada processor
anda tidak cocok dengan motherboard anda.. Maka tukarlah dengan
processor lain atau dengan motherboard lain....atau bisa juga karna ada
kerusakan pada processor dan juga ada kerusakan pada motherboard
anda..segera ganti salah satunya jika kerusakan pada Motherboard maka
walaupun di ganti processor maka tetap sama saja bermasalah...juga
sebaliknya jika processor anda ada kerusakan maka walaupun ganti
motherboard akan tetap sama bermasalah...
Extract kemudian jalankan
AutorunExterminator. Setelah itu tancapkan USB Flashdisk yang
terinfeksi. Software ini akan memberantas file autorun.inf yang ada di
USB flashdrive.
2. Mengembalikan file yang telah berubah menjadi shortcut
File di USB Flashdisk yang telah berubah menjadi shortcut bisa dikembalikan dengan menggunakan command prompt.
Dengan asumsi drive letter flashdisk kamu adalah G: , maka klik Start -> Run -> cmd -> Enter
Ketikkan (atau copy) command ini lalu tekan enter
attrib -h -r -s /s /d g:\*.*
NB: jangan lupa mengganti huruf g: dengan drive letter USB Flashdisk kamu.
Sekarang file di flashdisk kamu yang sebelumnya telah menjadi shortcut sudah kembali normal lagi.
3. Memberantas virus atau malware nya
Step ketiga ini cukup penting, karena tanpa ini ada kemungkinan virus akan kembali mengobrak-abrik USB flashdisk kamu lagi.
Untuk memberantas virus atau
malware kamu bisa menggunakan antivirus favorit kamu, tetapi pilihan
WinPoin jatuh kepada Malwarebytes anti-malware.
Kali ini kita akan bahas bagaimana
cara memasang kotak pencarian artikel yang berada di blog. Ga perlu
panjang lebar langsung saja kita mulai. Pasang kode dibawah ini pada
gadget, caranya masuk dasbor-->rancangan-->tambah
gadget-->HTML/Java Script
1. Yang berwarna Merah silahkan anda rubah sesuai dengan link anda sendiri.
2. Yang berwarna Biru silahkan rubah sesuai keinginan anda.
3. Untuk tulisan _blank
adalah : Sebuah keterangan yang menjelaskan ketika anda klik tombol
tersebut maka akan muncul halaman tab baru, namun jika anda
menginginkan muncul pada halaman itu sendiri ganti tulisan _blank menjadi _self.
Soldering
(proses menyolder) didefinisikan dengan “menggabungkan beberapa logam (metal)
secara difusi yang salah satunya mempunyai titik cair yang relatif berbeda”.
Dengan kata lain, kita bisa menggabungkan dua atau lebih benda kerja (metal)
dimana salah satunya mempunyai titik cair relatif lebih rendah, sehingga metal
yang memiliki titik cair paling rendah akan lebih dulu mencair. Ketika proses
penyolderan (pemanasan) di hentikan, maka logam yang mencair tesebut akan
kembali membeku dan menggabungkan secara bersama-sama metal yang lain. Proses
menyolder biasanya diaplikasikan pada peralatan elektronik untuk
menempelkan/menggabungkan komponen elektronika pada papan circuit (PCB).
Untuk melakukan
penyolderan tentu saja diperlukan kemampuan atau keahlian (skill). Ada beberapa
langkah yang harus kita ketahui sebelum kita menyolder, diantaranya
:
Peralatan
Peralatan yang
dibutuhkan pada waktu menyolder, diantaranya :
Timah
solder/Tinol (metal yang mempunyai titik cair cukup rendah sehingga mudah
mencair);
Multitester/Multimeter
(digunakan untuk memeriksa komponen sebelum disolder);
Penjepit/tang
(digunakan untuk menjepit kaki komponen elektronika yang akan di solder,
sehingga komponen tersebut mudah dipasang dan tidak terlalu panas karena
sebagian panas akan disalurkan pada penjepit);
Penghisap
solder (digunakan untuk membersihkan tinol baik yang ada pada PCB maupun
komponen, juga digunakan untuk mempermudah waktu mencabut komponen dari
PCB);
Dudukan solder
(digunakan untuk menyimpan solder yang panas ketika sedang tidak
digunakan).
Persiapan
Dipasaran
terdapat solder yang mempunyai rentang daya antara 15 watt s/d 40 watt. Semakin
besar tegangannya, solder tersebut akan semakin panas. Dalam pemilihan solder
yang harus kita perhatikan adalah benda kerja yang akan di solder. Untuk
menyolder komponen elektronika dianjurkan menggunakan solder yang berkekuatan 30
watt, supaya tidak terlalu panas yang menyebabkan komponen yang disolder menjadi
rusak.
Periksa PCB dan
komponen elektronika yang akan di solder. Pastikan bahwa komponen-komponen
tersebut bisa berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
Proses
Penyolderan
Bersihkan PCB
dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol dan thinner atau
menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat pembersih yang bisa
menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang ada pada
PCB
Bersihkan
komponen-komponen elektronika yang akan di solder, terutama bagian yang akan di
solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan kain atau ampelas.
Panaskan solder
sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
Pasang komponen
yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan penyolderan. Jangan memasang
komponen sekaligus tetapi bertahap satu persatu (pasang satu komponen, terus
lakukan penyolderan kemudian dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang
lagi komponen yang lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan
terhadap panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara
langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi gunakan
socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga supaya IC tidak
terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga untuk mempermudah
penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk komponen yang paling sering
mengalami kerusakan.
Cara pemasangan
komponen pada PCB, yaitu dengan cara menacapkan kaki-kaki komponen tersebut pada
lobang yang sudah disediakan pada PCB. Setelah di tancapkan, bengkokkan kakinya
+ 45o supaya komponen tersebut tidak terlepas dan untuk
mempermudah pada waktu menyoldernya.
Solderan yang
baik adalah solderan yang berbentuk gunung dengan ketinggian+ 0,75
mm
Pemeriksaan
Setelah
semua komponen di solder, proses terakhir adalah memeriksa jangan sampai ada
solderan yang kurang baik atau komponen yang rusak akibat panas dari solder.
Juga memerika jalur-jalur yang ada pada PCB jangan sampai ada yang rusak atau
saling berhubungan akibat lelehan tinol yang akan mengakibatkan hubungan
pendek
Pelapisan Proses
terakhir setelah semua proses di atas selesai adalah memberi lapisan terutama
pada bagian bawah PCB yang ada soldernya dengan bahan yang bersifat isolator,
misalnya cat/vernish. Hal ini dilakukan supaya rangkaian tadi terhindar dari
korosi akibat oksidasi.
Cara Menyolder yang Baik dan Benar
Setelah
kita mengetahui apa saja komponen-komponen elektronika dan cara menguji
komponen-komponen tersebut, tentunya tahap berikutnya adalah meletakan
komponen-komponen tersebut pada PCB ( Printed Circuit Board). Maka dari itu kita harus mengetahui cara menyolder yang baik dan benar. Berikut merupakan cara menyolder yang baik dan benar, semoga bermanfaat.
A. Peralatan Peralatan yang dibutuhkan pada waktu menyolder, diantaranya :
Timah solder/Tinol (metal yang mempunyai titik cair cukup rendah sehingga mudah mencair);
Multitester/Multimeter (digunakan untuk memeriksa komponen sebelum disolder);
Penjepit/tang
(digunakan untuk menjepit kaki komponen elektronika yang akan di
solder, sehingga komponen tersebut mudah dipasang dan tidak terlalu
panas karena sebagian panas akan disalurkan pada penjepit);
Penghisap
solder (digunakan untuk membersihkan tinol baik yang ada pada PCB
maupun komponen, juga digunakan untuk mempermudah waktu mencabut
komponen dari PCB);
Dudukan solder (digunakan untuk menyimpan solder yang panas ketika sedang tidak digunakan).
B. Keselamatan Kerja
Gunakan kacamata polycarbonate atau yang sejenis untuk melindungi mata dari asap solder
Jangan pernah menyentuh elemen pemanas atau ujung dari solder
Selalu kembalikan solder pada stand soder setelah digunakan atau ketika tidak digunakan
Lakukan penyolderan pada area yang cukup ventilasi
Cuci tangan ketika selesai mengerjakan penyolderan
C. Persiapan Penyolderan
Dipasaran
terdapat solder yang mempunyai rentang daya antara 15 watt s/d 40 watt.
Semakin besar tegangannya, solder tersebut akan semakin panas. Dalam
pemilihan solder yang harus kita perhatikan adalah benda kerja yang akan
di solder. Untuk menyolder komponen elektronika dianjurkan menggunakan
solder yang berkekuatan 30 watt, supaya tidak terlalu panas yang
menyebabkan komponen yang disolder menjadi rusak.
Periksa
PCB dan komponen elektronika yang akan di solder. Pastikan bahwa
komponen-komponen tersebut bisa berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.
D. Proses Penyolderan
Jika
hal diatas sudah dipahami dan dipersiapkan maka mari lanjutkan pada
tahap penyolderan. Perhatikan dengan seksama tahapan dibawah ini dan
hal-hal yang harus dilakukan selama tahap penyolderan.
1. Bersihkan PCB dan Kaki Komponen
Bersihkan bagian-bagian yang akan disolder baik itu PCB maupun kaki komponen
elektronika dengan ampelas halus atau pisau sehingga lapisan-lapisan
cat, gemuk atau oksida tersingkirkan. Bila menggunakan kawat montase
berisolasi (misal; kawat email) maka kelupaslah dulu isolasinya
sepanjang 6-7mm kemudian ujung kawat dilapis dengan timah.
2. Memasukan Komponen Elektronika pada PCB
Kawat
kaki komponen dimasukan pada lubang PCB dan bengkokan dengan tang
sehingga terdapat pengait mekanis untuk menjaga posisi komponen. Ujung
kawat yang berdiameter besar harus dipasang sedemikian rupa sehingga
penyolderan dapat dilakukan dengan baik.
3. Mengatur Posisi PCB
Aturlah
posisi PCB dan titik solderan sehingga cairan timah dapat mengalir
sendiri ke titik yang diinginkan dengan bantuan gravitasi bumi.
4. Memanaskan PCB dan Kaki Komponen
Letakan
bagian datar dari ujung solder ke sisi yang lebar pada PCB sehingga
penyaluran panas terjadi melalui permukaan yang paling luas.
5. Menambahkan Timah pada Titik Solderan
Berikan
timah pada titik solderan dan usahakan lapisan kolophonium lebih dulu
mencair baru kemudian timah. Jumlah timah yang dilebur pada titik
solderan tidaklah harus memenuhi lingkaran pad PCB.
6. Menarik Timah Solder
Setelah
jumlah timah yang meleleh dirasa cukup, singkirkan timah dari titik
solderan. Tahan ujung solder pada titik solderan sampai timah meresap
pada semua bagian solderan. Setelah itu tarik ujung solder dari titik
solderan dan biarkan beberapa saat untuk proses pendinginan.
7. Mendinginkan Titik Solderan
Selama
pendinginan, titik penyolderan tidak boleh terguncang untuk menghindari
penyolderan dingin. Penyolderan dingin dapat dilihat dari permukaan
timah pada titik solderan yang menjadi buram.
8. Perhatikan
Untuk
menyolder komponen semikonduktor gunakanlah solder yang panas dan
lakukan dengan cepat. Hindari menggunakan solder yang dingin yang justru
membuat proses penyolderan menjadi lebih lama kecuali dalam kondisi
tertentu yang mengharuskan menggunakan solder yang lebih dingin.
Indikasi awal : Hasil
Print tidak bisa lurus atau rata kiri apalagi kalau untuk ngeprint
garis akan sangat kelihatan tidak lurus. :
Cara Service Canon iP1980 Tulisan Tidak Rata / Garis Tidak Lurus :
1.
Bongkar canon iP1980 anda. Mohon maaf untuk panduan bongkar belum ada.
Urutannya buka tutup samping kanan kiri dengan mendorong ke belakang,
baru kemudian tutup bagian tengahnya.
2. Amati encodernya.
Encoder adalah pita sensor yg terbuat dari plastik dengan motif / kode
baris di permukaannya. Letaknya dibelakang Head Carriage / rumah
catridge. Berikut gambarnya :
3.
Kalau kasus : encoder kena cipratan tinta, sehingga menutupi
baris kode yg ada di encoder tersebut. untuk membersihkan tinta ini
memang agak sulit, tapi kang Eko mencoba cara berikut yaitu dengan
merendam encoder itu dengan air panas mendidih dan kemudian tinta coba
dibersihkan dengan kuku tangan. tapi jangan sampai baris kodenya hilang.
Kalau sampai hilang berarti anda harus mencari encoder yg masih
bagus...
4. Jadi penyakitnya adalah encoder yg kena cipratan
tinta. Dan akibatnya hasil print jadi kacau dan tidak lurus.... bahkan
ada tulisan yg kelihatan patah seperti teriris..
5. Selesai....
jika msih belum berhasil,,terpaksa harus beli catridge baru..
Kipas di dalam laptop kerap menimbulkan problema: kebisingan. Sebelum
saya jabarkan cara mengurangi kebisingan, kamu perlu tahu penyebabnya
dahulu. Laptop bekerja dengan energi listrik. Jadi, panas adalah hal
yang tak terhindarkan. Beda dengan PC, laptop tidak memiliki ruang untuk
perputaran hawa. Alhasil, panas terperangkap di dalam. Kipas laptop
dilengkapi sensor suhu. Semakin panas suhu laptop, semakin kencang kipas
berputar. Makin kencang, ya makin berisik. Lantas bagaimana cara
mengurangi suara berisik itu? Simak cara berikut:
1. Gunakan laptop cooler
Jika kamu menjalankan game, mengedit foto/video, atau browsing internet
dengan 30 tab, maka kamu wajib memiliki cooler. Laptop cooler mudah
didapatkan di mana-mana dan mayoritas terdiri dari dua kipas. Laptop
didudukkan di atas cooler agar hawa panas di dalamnya bisa tertiup.
Laptop cooler biasanya dijalankan dengan tenaga listrik lewat colokan
USB. Untuk menghemat USB port, beberapa tipe cooler dilengkapi dengan
USB hub.
2. Matikan program yang tak perlu
Panas berlebih dari laptop disebabkan oleh laptop yang bekerja terlalu
keras. Untuk meringankan beban laptop, matikan program yang tidak
diperlukan. Usahakan untuk tidak membuka porgram terlalu banyak
sekaligus. Matikan pula program dalam StartUp folder serta Windows
Services. Program StartUp & Services bisa diakses dengan mengetik:
msconfig di kolom Search. Atau kamu bisa gunakan program Soluto yang otomatias menganalisa proses booting.
3. Bersihkan debu
Debu adalah musuh nomor satu komputer karena dapat menghambat sinyal
listrik. Khusus untuk kipas, debu berlebih bisa menyebabkan kipas
berputar dengan tidak lancar (alhasil, timbul bunyi-bunyian). Karena
itu, pelan-pelan bongkar laptop kamu dan bersihkan debu yang menumpuk.
Untuk celah-celah yang tak terjangkau, gunakan kaleng udara berkompresi
(canned air).
4. Gunakan Speedfan
Speedfan adalah freeware yang mampu mengendalikan kecepatan putaran
kipas komputer. Dengan software ini, kamu bisa menurunkan kecepatan
kipas sehingga bunyi bising berkurang. TAPI cara ini sangat TIDAK
disarankan! Karena jika kecepatan kipas berkurang, tiupannya melemah dan
panas akan bertambah.
5. Gunakan OS ringan
Meski Windows adalah OS sejuta umat, OS itu sangat berat. Coba gunakan
Ubuntu (versi desktop). OS itu ringan sehingga tidak membebani laptop.
Alternatif lain adalah menggunakan UNetbootin untuk menciptakan flashdisk boot berisi OS (misal Google Chromium OS dan Jolicloud).
sumber : http://castielus.blogspot.com/2014/06/cara-atasi-kipas-laptop-berisik.html