Tuesday, December 15, 2015

CARA MEMPERBAIKI LAMPU HEMAT ENERGI PHILIPS,SHINYOKU,OSRAM DAN PANASONIC

Untuk postingan kali ini ,saya akan berbagi tips tentang cara memperbaiki lampu hemat energi (LHE) merk Philips,Shinyoku, Osram dan Panasonic . Apabila teman2 mempunyai lampu hemat energi dalam keadaan mati, harap jangan dibuang, akan lebih baik jika lampu tsb diperbaiki, itung2 pengiritan . untuk alat-alat n bahan yang dipergunakan adalah sbb :
1.Obeng min bisa juga pakai taspen.
2.Solder beserta tempatnya + gondo rukem (untuk penyolderan yang sempurna gunakan yang 60 watt )
 3.Penyedot timah (Atraktor) yang dilengkapi dengan seal karet
4.Tenol
5. AVO Meter(Multitester) usahakan harga yang 75 ribuan keatas
6. Tang potong ( untuk memotong kaki komponen).
7.Tang Grip (Untuk membuka almunium  penutup casing
8. Korek api Gas super ( untuk melepas kaca pada casing bawah)
9.Komponen  seperti Resistor sekering (R Fuse), Dioda in4007 1amper, Elco , Milar ,Resistor 2,2-20 ohm dan Transistor (biasanya komponen ini sering rusak.


2015-02-18-08-02-54.jpg2015-02-18-08-01-47.jpg

Langkah memperbaiki :

1. Buka casing lampu dengan obeng minus,
congkel dengan obeng min atau taspen  pada tanda pengunci  (,untuk philips pengunci biasanya  berada di belakang di araea yang ada tulisanya esensial)
2. Check tabung kaca lampu ,
 check d keempat pin kawat kaca lampu  dengan menggunakan multimeter (posisi ohm x1 atau x10 ).
  jika kaca baik: 
kawat A1 dan A2  ditest pakai multimeter bergerak , begitu juga dengan kawat B1 dan B2: jika kaca mati ganti dengan kaca baru . untuk yang bentuknya tabung u dinamakan 2u/3u, untuk yang berbentuk ulir dinamakan spiral . ini adalah bentuk fisik dari kaca lampu :
2015-02-18-08-11-38.jpg

NB:
Untuk melepas kaca,panasilah lem yang merekatkan antara kaca dan casing pembuka bawah dengan menggunakan korek gas super,kemudian  congkel lem dengan obeng min

3. Jika kaca masih bagus maka cek komponen rentan rusak seperti :

 
a. Sekering (Fuse)
 untuk lampu ukuran 5-25  watt biasanya sekering menggunaan Resistor ,untuk 35 watt keatas menggunakan sekering kaca. sekering terletak di bagian belakang yang terhubung ke kabel AC..untuk lampu yang berdaya besar biasa di rangkaian pcb tertulis fuse. Untuk mengetahui sekering baik atau tidak, silakan ukur dengan multimeter,
-untuk sekering kaca (35 watt keatas)
*kalau jarum bergerak full artinya normal,
*jika tidak bergerak artinya sekering mati dan harus diganti .
- Untuk sekering resistor /R sekring (5-25 watt)
*Kalau jarum bergerak sesuai dengan nilai r artinya skring tsb dalam keadaan normal.
* Kalau jarum bergerak mentok artinya Skring Short,  solusi harus diganti dgan yang baik
*Kalau tidak bergerak berarti keadaan sekring tsb mati ,solusi harus diganti dgan yang baik.
 

b. DIODA IN4007 short,
hal ini jarang terjadi namun alangkah baiknya anda check terlebih dahulu apabila mendapati transistor anda pecah/retak. karena jika anda langsung mengganti transistornya anda tidak akan mengatasi masalah.
.c. ELCO,

Elco dikatakan rusak apabila bentuk fisiknya mengelembung atau keluar cairan kuning . kalau ditest pakai multimeter jarum tak bergerak berarti elco tak ada muatan(strum).
untuk tiap watt,elco yang di pakai juga berbeda ,semakin besar watt lampu,semakin besar juga nilai elconya.
          5 watt  = 1,2 uf/400v,
          8 watt  = 1,8 uf/400v.
          11 watt = 2,2 uf/400v
          14 watt = 4,7 uf/400v
          18 watt = 5,6 uf/400v
          23 watt = 6,8 uf/400v
          45 watt = 15 uf/400v
          65 watt =22 uf/400v
         
d. Milar Starter
  letaknya pada bagian yang menyambungkan antara kawat kaca  A dan  kawat kaca B ). disarankan kalau mengganti milar ini dengan milar yang mempunyai tegangan 450 V.

untuk nilai milar pada masing watt biasanya untuk
5-8 watt = 2,2nano/1200v,  (2n2, 222,)
11-14watt =  2,7 nano/1200v(2n7, 272)
18-23 watt = 3,9nano/1200v (3n9,392)
45-65 watt = 5,6nano/1200v (5n6, 562)

Milar dikatakan baik jika ,di test pakai multi meter pada skala 1x atau 10x  keadaan jarum tidak bergerak.

e. Transistor,
Pada rangkaian mesin lampu menggunakan 2 buah resistor jenis NPN. untuk mengetahui kaki dari transistor ,saya selalu memakai patokan:
**kaki basis selalu terhubung ke Dioda dan Resistor 15-200hm.
**Kaki Emitor biasanya terhubung ke Resistor 2,2 -10 ohm.
untuk mengetahui baik tidaknya transistor maka:
Jika jarum multimeter merah di hubungkan ke kaki tengah  dan jarum hitam dihubungan pada kaki kanan maupun kiri  posisi jarum bergerak berarti transistor normal. jika jarum hitam  multimeter  di hubungkan ke kaki tengah transistor dan jarum merah di hubungan ke kaki kanan maupun kiri,  jarum bergerak.berarti transistor short.  Jika transistor short maka solusinya adalah diganti, begitu juga ganti resistor yang terhubung ke kaki emitor dan basis (karna nilai kedua Resistor tsb berubah molor).

penggunaan tipe transistor pada jenis ukuran lampu:
a. TR MJE 13001 = untuk daya 5 Watt dan 8 Watt ( merk china 20 W )
b. TR MJE 13002 = untuk daya 10 Watt  sampai dengan 20 Watt
c. TR MJE 13003 = untuk daya 23 Watt sampai dengan 25 Watt
d. TR MJE 13005 = untuk daya 28 Watt sampai dengan 45 Watt
e. TR MJE 13007 = untuk daya 75 Wat

sumber : http://odosky.mywapblog.com/cara-memperbaiki-lampu-hemat-energi-phil.xhtml

Thursday, October 1, 2015

Trik Copy Paste dari Halaman Web

Ketika memburu artikel di internet, sering kita diharuskan melakukan aksi copy-paste dari halaman web ke MS Office, atau ke aplikasi Office lainnya. Nah, kadang ketika dicopas artikel tersebut menjadi acak-acakan.
Ada satu trik agar proses copy-paste dari halaman web bisa langsung rapi, atau hanya beberapa sisi yang harus diedit.

1. Copy artikel yang akan dipindahkan ke MS Office



2. Buka Notepad dan Paste-kan artikel tersebut.

3. Selanjutnya copy semua artikel tersebut.
4. Terakhir buka MS Office dan paste-kan artikel disana

5. Problem is over, Insyaallah !!!

Wednesday, September 30, 2015

Cara Memasang Widget ClustrMaps di Blogger


ClustrMaps merupakan widget penghitung jumlah pengunjung untuk blog atau situs. Widget ini juga menampilkan lokasi-lokasi pengunjung yang ditunjukkan berupa noktah-noktah merah pada gambar peta dunia. Tampilan widget ini bila dipasang pada blog maka akan berupa peta dunia berukuran kecil seperti yang tampak pada gambar di atas.

Sedangkan bila widget tersebut diklik maka akan tampil halaman yang memuat gambar peta dunia yang jauh lebih besar. Semakin besar ukuran titik merahnya semakin banyak pula pengunjung dari lokasi tersebut. Di halaman ini juga ditampilkan berapa jumlah total pengunjung dari masing-masing negara. Jika Anda tertarik memasang widget ClustrMaps ini di Blogger,
silakan ikuti langkah-langkah pemasangannya berikut ini.
  1. Kunjungi http://www.clustrmaps.com
  2. Arahkan pandangan mata Anda ke kotak Create yours:
  3. Isikan URL blog Anda pada kolom URL.
  4. Isikan email di kolom email (untuk mengirim sandi).
  5. Klik tombol Make my map.
  6. Silakan lihat email untuk melihat sandi atau password. (sandi diperlukan untuk masuk ke halaman Admin kalau Anda ingin kustomisasi widget)
  7. Copy kode HTML yang ada di bagian [A] Recommended.
  8. Masuk ke akun Blogger Anda.
  9. Klik Rancangan > Elemen Laman > Tambah Gadget.
  10. Pilih HTML/JavaScript.
  11. Beri judul di kolom Judul.
  12. Paste kode HTML yang tadi di-copy ke kolom Konten.
  13. Klik tombol SIMPAN.
  14. Letakkan kotak gadget ke tempat yang Anda inginkan.
  15. Klik tombol SIMPAN.

Tips Cara Memperbaiki Pompa Air SANYO

Pada musim kemarau biasanya sering kali pompa air atau sanyo mati (tidak bisa mengeluarkan air) kemungkinan anda akan panik melihat hal-hal tersebut. pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tips cara memperbaiki pompa air SANYO, sebenarnya ini bukan lagi tips namun bagaimana caranya service pompa air sendiri tanpa harus memanggil tukang service. beberapa cara mungkin sudah anda lakukan untuk service pompa air anda namun sebelumnya perhatikan dulu beberapa penyebab pompa air mati, baik dari mesinnya atau bahkan dari sumber air. kemungkinan besar karena kedua sebab ini. berikut ini salah satu penyebab pompa air mati.
Sebelum saya membahas dari awal alangkah baiknya kita mengenal pompa air. sebenarnya fungsi pompa air adalah pengganti dari pompa air manual. hampir semua rumah tangga mempunyai alat ini. karena dengan alat ini kita dengan mudah untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang langsung di ambil dari mata air lewat pengeboran.
Tips Cara Memperbaiki Pompa Air SANYO-blog kang miftah

Pompa Air Tidak Bisa Nyala

Hal pertama tidak nyalanya pompa air adalah tidak ada aliran listrik masuk pada motor listrik untuk itu hal yang pertama anda lakukan adalah
  1. Cek kabel listrik dari saluran sanyo ke saluran listrik. biasanya ada kabel yang kemungkinan putus untuk cara mengeceknya anda bisa menggunakan test pen atau menggunakan avo meter, alat ini sangat bermanfaat sekali untuk melihat aliran listrik.
  2. Untuk yang kedua biasanya kerusakan pada spul atau kumparan (lilitan tembaga) pada motor listrik bisa karena memang putus, terbakar-nya motor listrik, terjadi arus pendek atau sebab yang lain. tapi pada umumnya adalah putus, untuk cara ini kemungkinan besar anda tidak bisa service sendiri namun kalau anda ahli elektro anda bisa cek dari kumparan spul ini dengan cara melepas semua atau mengganti dengan spul baru. 
  3. Kalau pompa bisa nyala namun bersuara dengung dan air tidak mau keluar, ini hal lain lagi kemungkinan besar memang ada kerusakan pada spul listrik. untuk hal ini sebaiknya panggil service pompa.

Pompa Air Nyala Namun Tidak Mengeluarkan Air

Untuk hal ini biasanya kerusakan pada pipa sambungan air dari sumber air, nah bagaimana cara mengetahui bahwa pipa sambungan anda yang bocor? berikut ini cara cek pipa sanyo bocor:
  1. Silahkan buka pada tutup pancingan pada pompa air, dan pastikan apakah air masih penuh atau air berkurang. 
  2. Jika air masih penuh kemungkinan besar ada kesalahan pada sanyo, kesalahan ini kemungkinan karena klep sanyo yang sudah aus yang berada di leher hisap, anda bisa membuka leher hisap ini untuk memastikan bahwa klep dalam keadaan.
  3. untuk cara berikutnya dengan cek kondisi klep bawah atau klep yang berada di sumber air, namun sebelum ada memastikan karena klep ini ada dua yaitu klep yang berada di bawah dan ada klep di tengah, untuk itu pastikan bahwa klep anda di bawah atau di tengah. cara cek klep bongkar atau potong pipa kemudian lihat apakah klep masih bekerja baik atau tidak, kalau memang kurang baik sebaiknya anda ganti dengan yang baru.
Itulah cara cek pompa air baik karena memang motor listrik pada pompa air mati atau karena tidak bisa mengeluarkan air, saya ingin menambahkan bahwa semua yang di atas bisa anda lakukan sendiri sebelum anda memanggil tukang service. hal-hal di atas adalah langkah aman yang sering saya lakukan. untuk  kondisi kemarau biasanya ada pompa air dengan merk tertentu memang tidak bisa hisap air, untuk itu pastikan bahwa permukaan air maksimal adalah 15 meter, jika permukaan tersebut tidak pompa tidak bisa hisap air kemungkinan yang salah adalah pompa anda. karena berbeda merk berbeda pula kekuatan putaran motornya. di bawah ini saya tambahkan perawatan pompa air yang benar.

Cara Merawat Pompa Air

1. Lakukan pengecekan pada sambungan kabel listrik sedikitnya sebulan sekali, hal ini untuk memastikan bahwa kondisi kabel listrik dalam keadaan baik.
2. Membersihkan Pompa air maksimal 2 sampai 3 bulan sekali, untuk membersihkan anda tidak harus membongkar pompa air, cukup anda bersihkan bagian luar dan kondisi pipa air ke saluran kran.
3. Untuk menjaga sumber air tetap bersih tutuplah sumber air, langkah ini juga untuk mengantisipasi adanya sampah yang masuk atau bahkan tanah yang biasanya terjadi pada musim hujan, untuk hal ini jika anda menggunakan pipa setidaknya tinggi pipa di potong 30 cm dari permukaan tanah

Itulah cara memperbaiki pompa air dan cara merawat pompa air, kalau anda belum cukup jelas apa yang saya jelaskan di atas anda bisa berkomentar di bawah, kita akan diskusi tentang masalah ini. karena yang saya tulis merupakan pengalaman saya sendiri, kemungkinan anda juga punya pengalaman yang berbeda dengan saya. semoga artikel yang saya tulis bermanfaat. selamat mencoba
 
sumber : http://blog.kangmiftah.com/2014/09/tips-cara-memperbaiki-pompa-air-sanyo.html

Monday, September 28, 2015

macam FUNGSI tombol kombinasi KEYBOARD


Ctrl + A : Select All
Ctrl + B : Bold
Ctrl + C : Copy
Ctrl + D : Font
Ctrl + E : Center Alignment
Ctrl + F : Find
Ctrl + G : Go To
Ctrl + H : Replace
Ctrl + I : Italic
Ctrl + J : Justify Alignment
Ctrl + K : Insert Hyperlink
Ctrl + L : Left Alignment
Ctrl + M : Hanging Indent
Ctrl + N : New
Ctrl + O : Open
Ctrl + P : Print
Ctrl + Q : Normal Style
Ctrl + R : Right Alignment
Ctrl + S : Save / Save As
Ctrl + T : Left Indent
Ctrl + U : Underline
Ctrl + V : Paste
Ctrl + W : Close
Ctrl + X : Cut
Ctrl + Y : Redo
Ctrl + Z : Undo
Ctrl + 1 : Single Spacing
Ctrl + 2 : Double Spacing
Ctrl + 5 : 1,5 lines
Ctrl + Esc : Start Menu
F1 : Menjalankan fungsis pertolongan yang disediakan pada Word
F2 : Memindahkan teks atau objek yang dipilih
F3 : Menjalankan perintah AutoText
F4 : Mengulangi perintah sebelumnya
F5 : Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto
F6 : Menjalankan Perintah Other Pane
F7 : Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks
F8 : Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
F9 : Mengupdate Field (Mail Merge)
F10 : Mengaktifkan Menu
F11 : Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
F12 : Mengaktifkan dialog Save As
Esc : Membatalkan dialog / perintah
Enter : Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatu paragraf
Tab : Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal
Windows : Mengktifkan Menu Start
Shortcut : Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor
Delete : Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor
Backspace : Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor
Insert : Menyisip karakter di posisi kursor
Home : Memindahkan posisi kurosr ke awal baris
End : Memindahkan posisi kurosr ke akhir baris
Page Up : Menggulung layar ke atas
Page Down : Menggulung layar ke bawah
Up : Memindahkan kursor 1 baris ke atas
Down : Memindahkan kursor 1 baris ke bawah
Left : Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri
Right : Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan
Num Lock On : Fungsi pengetikan angka-angka dan operator matematik aktif
Num Lock Off : Fungsi tombol navigasi aktif
Shift + F10 : Membuka menu pintas, sama seperti mengklik kanan
Alt : Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya
berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar
Shift + Delete : Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item
dalam Recycle Bin
Ctrl + Right Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya
Ctrl + Left Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya
Ctrl + Down Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya
Ctrl + Up Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya
Alt + F4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif
Alt + Enter : Menampilkan properti dari objek yang dipilih
Alt + Spacebar : Buka menu shortcut untuk jendela aktif
Ctrl + F4 : Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda
untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan
Alt + Tab : Switch antara item yang terbuka
Alt + Esc : Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka
Ctrl + Shift + Tab : Bergerak mundur melalui tab
Shift + Tab : Bergerak mundur melalui pilihan

Version 2 Keyboard Komputer
• CTRL + C (Copy)
• CTRL+X (Cut) CTRL + X (Cut)
• CTRL+V (Paste) CTRL + V (Paste)
• CTRL+Z (Undo) CTRL + Z (Undo)
• DELETE (Hapus)
• SHIFT+DELETE (Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item dalam Recycle Bin)
• CTRL sambil menyeret (men-drag) sebuah item (Menyalin item yang dipilih)
• CTRL + SHIFT sambil menyeret item (Buat cara pintas ke item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + RIGHT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata berikutnya)
• CTRL + LEFT ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal kata sebelumnya)
• CTRL + DOWN ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf berikutnya)
• CTRL + UP ARROW (Memindahkan titik penyisipan (kursor) ke awal paragraf sebelumnya)
• CTRL + SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Sorot blok teks)
• SHIFT dengan salah satu ARROW KEY (Pilih lebih dari satu item dalam sebuah jendela atau pada desktop, atau pilih teks dalam dokumen)
• CTRL + A (Pilih semua)
• Tombol F3 (Mencari sebuah file atau folder)
• ALT + ENTER (Melihat properti untuk item yang dipilih)
• ALT + F4 (Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan properti dari objek yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Buka menu shortcut untuk jendela aktif)
• CTRL + F4 (Menutup dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan)
• ALT + TAB (Beralih antara item yang terbuka)
• ALT + ESC (Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka)
• Tombol F6 (Siklus melalui elemen-elemen layar dalam jendela atau pada desktop)
• Tombol F4 (Menampilkan Address bar list di My Computer atau Windows Explorer)
• SHIFT + F10 (Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih)
• ALT + SPACEBAR (Tampilan menu Sistem untuk jendela aktif)
• CTRL + ESC (Menampilkan menu Start)
• ALT + huruf digarisbawahi dalam nama menu (Menampilkan menu yang sesuai)
• Surat digarisbawahi dalam nama perintah pada menu yang terbuka (Lakukan perintah yang sesuai)
• Tombol F10 (Aktifkan menu bar dalam program aktif)
• ARROW (Buka menu berikutnya ke kanan, atau membuka submenu)
• LEFT ARROW (Buka menu sebelah kiri, atau menutup submenu)
• Tombol F5 (Memperbarui jendela aktif atau merefresh)
• BACKSPACE (Melihat folder satu level ke atas di My Computer atau Windows Explorer)
• ESC (Membatalkan tugas sekarang)
• SHIFT ketika Anda memasukkan CD-ROM ke dalam CD-ROM (Mencegah CD-ROM secara otomatis bermain/autoplay)
Keyboard Shortcuts Dialog Box
• CTRL + TAB (Move forward melalui tab)
• CTRL + SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui tab)
• TAB (Move forward melalui pilihan)
• SHIFT + TAB (Bergerak mundur melalui pilihan)
• ALT + huruf yang digarisbawahi (Lakukan perintah yang sesuai atau pilih opsi yang sesuai)
• ENTER (Lakukan perintah untuk opsi atau tombol aktif)
• SPACEBAR (Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah check box)
• Arrow tombols Panah (Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan)
• Tombol F1 (Menampilkan Help)
• Tombol F4 (Menampilkan item dalam daftar aktif)
• BACKSPACE (Membuka folder satu tingkat ke atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog)
Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts Microsoft Natural Tombolboard Shortcuts
• Windows Logo (Menampilkan atau menyembunyikan menu Start)
• Logo Windows + BREAK (Menampilkan System Properties dialog box)
• Logo Windows + D (Menampilkan the desktop)
• Logo Windows + M (Meminimalkan semua jendela)
• Logo Windows + SHIFT + M (Memulihkan jendela yang diminimalkan)
• Logo Windows + E (Membuka My Computer)
• Logo Windows + F (Mencari for a file atau folder)
• CTRL + Windows Logo + F (Mencari for komputer)
• Logo Windows + F1 (Menampilkan Windows Help)
• Logo Windows + L (Mengunci keyboard)
• Logo Windows + R (Membuka kotak dialog Run)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
Accessibility Tombolboard Shortcuts
• Right SHIFT selama delapan detik (Beralih FilterTombols on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + PRINT SCREEN (Beralih High Contrast on atau off)
• LEFT ALT + LEFT SHIFT + NUM LOCK (Mengaktifkan MouseTombols on atau off)
• SHIFT lima kali (Mengaktifkan StickyTombols on atau off)
• NUM LOCK selama lima detik (Mengaktifkan ToggleTombols on atau off)
• Logo Windows + U (Membuka Utility Manager)
Windows Explorer Tombolboard Shortcuts Windows Explorer Tombolboard Shortcuts
• END (Menampilkan bagian bawah jendela aktif)
• HOME (Menampilkan bagian atas jendela aktif)
• NUM LOCK + Asterisk sign (*) (Tampilkan semua subfolder yang berada di bawah folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Plus sign (+) (Menampilkan isi dari folder yang dipilih)
• NUM LOCK + Minus sign (-) (Collapse folder yang dipilih)
• LEFT ARROW (Collapse pilihan saat ini jika diperluas, atau pilih folder utama)
• RIGHT ARROW (Menampilkan pilihan saat ini, atau pilih subfolder pertama)
Shortcut Tombols for Character Map Tombol pintas untuk Peta Karakter
• Setelah Anda klik dua kali pada grid karakter karakter, Anda dapat bergerak melalui grid dengan menggunakan cara pintas tombolboard:
• RIGHT ARROW (Pindah ke kanan atau ke awal baris berikutnya)
• LEFT ARROW (Pindah ke kiri atau ke akhir baris sebelumnya)
• UP ARROW (Pindah ke atas satu baris)
• DOWN ARROW (Pindah ke bawah satu baris)
• PAGE UP (Pindah ke atas satu layar pada satu waktu)
• DOWN (Pindah ke bawah satu layar pada satu waktu)
• HOME (Pindah ke awal baris)
• END (Pindah ke akhir baris)
• CTRL + HOME (Pindah ke karakter pertama)
• CTRL + END (Pindah ke karakter terakhir)
• SPACEBAR (Beralih antara yang lebih besar dan Normal ketika seorang karakter yang dipilih)
Microsoft Management Console (MMC) Main Window Tombolboard Shortcuts
• CTRL + O (Open yang disimpan konsol)
• CTRL + N (Buka konsol baru)
• CTRL + S (Save the open console)
• CTRL + M (Menambah atau menghapus item konsol)
• CTRL + W (Buka jendela baru)
• F5 tombol (Update konten dari semua jendela konsol)
• ALT + SPACEBAR (Menampilkan menu jendela MMC)
• ALT + F4 (Close the console)
• ALT + A (Menampilkan the Action menu)
• ALT + V (Menampilkan the View menu)
• ALT + F (Menampilkan the File menu)
• ALT + O (Menampilkan the Favorites menu)
Konsol MMC Window Tombolboard Shortcuts
• CTRL + P (Mencetak halaman aktif atau aktif pane)
• ALT + tanda Minus (-) (Menampilkan menu jendela jendela konsol yang aktif)
• SHIFT + F10 (Menampilkan the Action menu shortcut untuk item yang dipilih)
• Tombol F1 (Membuka topik Bantuan, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F5 (Update konten dari semua jendela konsol)
• CTRL + F10 (Memaksimalkan jendela konsol yang aktif)
• CTRL + F5 (Memulihkan jendela konsol yang aktif)
• ALT + ENTER (Menampilkan kotak dialog Properties, jika ada, untuk item yang dipilih)
• Tombol F2 (Ubah nama item yang dipilih)
• CTRL + F4 (Close jendela konsol yang aktif. Ketika sebuah konsol hanya memiliki satu jendela konsol, jalan pintas ini akan menutup konsol)
Remote Desktop Connection Navigation
• CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box
• ALT + PAGE UP (Beralih antara program dari kiri ke kanan)
• ALT + PAGE DOWN (Beralih antara program dari kanan ke kiri)
• ALT + INSERT (Cycle melalui program-program yang terakhir digunakan)
• ALT + HOME (Menampilkan menu Start)
• CTRL + ALT + BREAK (Beralih komputer klien antara jendela dan layar penuh)
• ALT+DELETE (Menampilkan the Windows menu) ALT + DELETE (Menampilkan the Windows menu)
• CTRL + ALT + Minus sign (-) (Membuat snapshot dari jendela aktif klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
• CTRL + ALT + Plus sign (+) (Membuat snapshot dari seluruh area jendela klien pada clipboard server Terminal dan menyediakan fungsi yang sama dengan menekan ALT + PRINT SCREEN pada komputer lokal.)
Internet Explorer navigation Internet Explorer navigasi
• CTRL + B (Membuka kotak dialog Atur Favorit)
• CTRL + E (Open the Mencari bar)
• CTRL + F (Start the Find utility)
• CTRL + H (Open the History bar)
• CTRL + I (Open the Favorites bar)
• CTRL + L (Buka kotak dialog Open)
• CTRL + N (Start contoh lain dari browser dengan alamat Web yang sama)
• CTRL + O (Membuka kotak dialog Buka, sama seperti CTRL + L)
• CTRL + P (Membuka kotak dialog Print)
• CTRL + R (Memperbarui halaman Web ini)
• CTRL + W (Close jendela aktif)

Cara unlock atau membuka file pdf yang diproteksi secara online

File PDF
Data yang kita miliki haruslah kita jaga dan kita pelihara. Salah satu cara untuk mengamankan data adalah dengan memproteksi file tersebut agar tidak bisa di copy paste, tidak bisa dicetak. Atau bisa dikatakan file pdf tersebut sebagai file Read Only (hanya bisa dibuka saja, selebihnya tidak bisa diapa-apakan).
Apabila anda memiliki file pdf yang read only seperti tersebut diatas, dan anda ingin mencetak atau melakukan copy paste, maka trik untuk unlock file pdf ini mungkin bisa menjadi salah satu alternative solusi untuk mengatasi hal tersebut. Cara yang dmaksud disini adalah cara unlock file pdf secara online, untuk itu silahkan kunjungi halaman dibawah ini.
Cara unlock file pdf secara online
Beri tanda centang pada I accept the terms and conditions. Setelah itu silahkan upload file pdf yang ingin anda unlock dengan klik pada Browse. Jika sudah klik Submit
Semoga dengan cara ini masalah anda bisa terpecahkan …..
sumber :  http://www.alltrickcomputer.net/2012/11/cara-unlock-atau-membuka-file-pdf-yang.html

Cara memberi password pada file RAR


Rar adalah salah satu software compress file atau folder yang cukup terkenal. Dengan menggunakan software compress tersebut ukuran file atau folder akan berkurang sehingga dapat bermanfaat untuk menambah ruang bebas pada harddisk atau removabel disk yang lain. Walaupun ketika di extract, ukuran file akan kembali lagi sebagaimana aslinya.
Selain berfungsi sebagai compress file, rar juga dapat digunakan sebagai software untuk melindungi data dengan password. File, program, software yang dimasukkan atau dicompress menggunakan rar ketika diextract atau dibuka akan mucul permintaan untuk memasukkan password yang telah diatur sebelumnya. Ketika password yang dimasukkan salah maka file tidak bisa dibuka.
Untuk memberikan password pada file rar dapat diikuti langkah-langkah berikut ini :
  1. Buka program rar anda
  2. Browse atau cari lokasi file dan folder yang akan di compress.
  3. Pilih folder atau file yang akan dilindungi dengan password kemudian klik Add

    melindungi file dengan password menggunakan rar
  4. Pada jendela yang muncul pilih tab Advanced dan klik Tombol Set Password

    melindungi file dengan password
  5. Muncul jendela baru, Masukkan password anda pada enter password dan reenter pasword for verification. Jangan lupa aktifkan atau beri tanda centang pada Encrypt file names kemudian klik OK

    menambahkan password pada rar
  6. Klik OK lagi
  7. Maka file rar anda telah dibuat dan ketika dibuka atau diextract akan meminta konfirmasi password.

    rar dengan password
Dengan demikian anda juga bisa melindungi data, file-file penting dengan menggunakan program RAR
sumber : http://www.alltrickcomputer.net/2011/11/cara-memberi-password-pada-file-rar.html

Friday, September 25, 2015

Pengertian Daya Listrik dan Rumus untuk Menghitungnya

Pengertian Daya Listrik dan Rumus untuk Menghitungnya – Daya Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical Power adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian. Sumber Energi seperti Tegangan listrik akan menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya akan menyerap daya listrik tersebut. Dengan kata lain, Daya listrik adalah tingkat konsumsi energi dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik. Kita mengambil contoh Lampu Pijar dan Heater (Pemanas), Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya sedangkan Heater mengubah serapan daya listrik tersebut menjadi panas. Semakin tinggi nilai Watt-nya semakin tinggi pula daya listrik yang dikonsumsinya.
Sedangkan berdasarkan konsep usaha, yang dimaksud dengan daya listrik adalah besarnya usaha dalam memindahkan muatan per satuan waktu atau lebih singkatnya adalah Jumlah Energi Listrik yang digunakan tiap detik. Berdasarkan definisi tersebut, perumusan daya listrik adalah seperti dibawah ini :
P = E / t
Dimana :
P = Daya Listrik
E = Energi dengan satuan Joule
t = waktu dengan satuan detik
Dalam rumus perhitungan, Daya Listrik biasanya dilambangkan dengan huruf “P” yang merupakan singkatan dari Power. Sedangkan Satuan Internasional (SI) Daya Listrik adalah Watt yang disingkat dengan W. Watt adalah sama dengan satu joule per detik (Watt = Joule / detik)
Satuan turunan Watt yang sering dijumpai diantaranya adalah seperti dibawah ini :
1 miliWatt  = 0,001 Watt
1 kiloWatt = 1.000 Watt
1 MegaWatt = 1.000.000 Watt

Rumus Daya Listrik

Rumus umum yang digunakan untuk menghitung Daya Listrik dalam sebuah Rangkaian Listrik adalah sebagai berikut  :
P = V x I
Atau
P = I2R
P = V2/R
Dimana :
P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W)
V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V)
I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A)
R = Hambatan dengan satuan Ohm (ā„¦)

Contoh-contoh Kasus Perhitungan Daya Listrik

Contoh Kasus I :

Sebuah Televisi LCD memerlukan Tegangan 220V dan Arus Listrik sebesar 1,2A untuk mengaktifkannya. Berapakah Daya Listrik yang dikonsumsinya ?
Penyelesaiannya
Diketahui :
V = 220V
I = 1,2A
P = ?
Jawaban :
P = V x I
P = 220V x 1,2A
P = 264 Watt
Jadi Televisi LCD tersebut akan mengkonsumsi daya listrik sebesar 264 Watt.

Contoh Kasus II :

Seperti yang terlihat pada rangkaian dibawah ini hitunglah Daya Listrik yang dikonsumsi oleh Lampu Pijar tersebut. Yang diketahui dalam rangkain dibawah ini hanya Tegangan dan Hambatan.Rumus dan cara menghitung daya listrik

Penyelesaiannya 
Diketahui :
V = 24V
R = 3ā„¦
P = ?
Jawaban :
P = V2/R
P = 242 / 3
P = 576 / 3
P = 192W
Jadi daya listrik yang dikonsumsi adalah 192W.

Persamaan Rumus Daya Listrik

Dalam contoh kasus II, variabel yang diketahui hanya Tegangan (V) dan Hambatan (R), jadi kita tidak dapat menggunakan Rumus dasar daya listrik yaitu P=VI, namun kita dapat menggunakan persamaan berdasarkan konsep Hukum Ohm untuk mempermudah perhitungannya.
Hukum Ohm :
V = I x R
Jadi, jika yang diketahui hanya Arus Listrik (I) dan Hambatan (R) saja.
P = V x I
P = (I x R) x I
P = I2R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik
Sedangkan penjabaran rumus jika diketahui hanya Tegangan (V) dan Hambatan (R) saja.
P = V x I
P = V x (V / R)
P = V2 / R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik

Hubungan Horsepower (hp) dengan Watt

Hampir semua peralatan listrik menggunakan Watt sebagai satuan konsumsi daya listrik. Tapi ada juga peralatan tertentu yang menggunakan satuan Horsepower (hp). Dalam Konversinya, 1 hp = 746 watt.

sumber : http://teknikelektronika.com/pengertian-daya-listrik-rumus-cara-menghitung/

Monday, September 21, 2015

Mengenali Kerusakan Komponen Elektronika Potensiometer (Resistor)

          Jika anda memahami dengan baik tentang komponen dan keterbatasanketerbatasannya ini adalah bagian yang penting dalam mencari kerusakan rangkaian elektronika. Misalnya: mengetahui bahwa pada umumnya sangat tidak mungkin sebuah resistor dari jenis manapun mempunyai kerusakan sambung singkat, sehingga bila ada kecurigaan kerusakan sambung-singkat tak perlu lagi mencek resistor-resistor pada rangkaian tersebut. Segi lain yang perlu diperhatikan, bahwa banyak kerusakan komponen disebabkan oleh kesalahan pemakaian (orangnya), diperkirakan 40% kerusakan karena salah pemakaian biasanya disebabkan saat mengoperasikan komponen diluar batas kemampuan komponen tersebut atau penanganan yang buruk pada komponen tersebut baik komponen pasif maupun komponen aktif elektronika. Pada kali ini hanya akan dibahas tentang komponen pasif elektronika yaitu resistor, sedangkan komponen-komponen lainnya akan dibahas pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
1. Resistot Tetap
          Berbagai tipe resistor tetap meliputi  Resistor senyawa karbon, Resistor film karbon, Resistor oksida logam, Resistor metal glase, dan Resistor gulungan kawat.: Gambar jenis-jenis resistor tersebut dapat dilihat pada Gambar 1 berikut ini.
Gambar 1. Jenis-jenis resistor tetap
.         Jenis film-logam, oksida logam, atau cermet (metal glase) banyak dipilih dalam pemakaian, karena tipe-tipe itu mempunyai stabilitas yang baik, dalam penyimpanan maupun dalam kondisi beroperasi. Perhatikan bahwa resistor-resistor yang toleransi 5, 10, atau toleransi 20% diberi kode warna dengan dua ban signifikan, diikuti oleh sejumlah bannol (atau pelipat desimal) dan ban toleransi (lihat tabel kode warna resistor). Ada juga nilai dan toleransi resistor dicetak pada badan resistor kadang-kadang dinyatakan langsung, misalnya 1,82k 1% (1820 ohm ± 1%) atau dalam bentuk kode seperti 1821 F. Nilai diatas 100 ohm, ditunjukkan tiga buah digit diikuti oleh digit ke empat yang menyatakan banyaknya nol yang mengikutinya. Untuk nilai-nilai dibawah 100 ohm huruf R menyatakan titik desimal dengan semua digit signifikan. Sesudah kode nilai, ditambahkan sebuah huruf untuk menyatakan toleransi : F = ±1%, G = ±2%, J = ±5%, K = ±10%, M = ±20%.
Contohnya:
R 33 M = 0.33 ohm ± 20%
4701 F = 4700 ohm ± 1%
6804 M = 6.8 M ohm ± 20%
2202 K = 22000 ohm ± 10%
2. Kegagalan-Kegagalan Pada Resistor Tetap
          Setiap resistor ketika beroperasi akan mendisipasikan dayanya. Kenaikan temperatur yang disebabkan oleh daya yang didisipasikan akan maksimum ditengah-tengah badan resistor, ini disebut “Hot spot temperature”. Harus ditekankan disini, bahwa resistor pada umumnya menunjukkan kecepatan kegagalan yang rendah atau resistor itu sangat dapat diandalkan (reliable). Kegagalan dan penyebab-penyebabnya terdapat dalam tabel berikut ini.
Tabel Kegagalan-Kegagalan Pada Resistor-Resistor Tetap
Tipe Resistor               Kegagalan                       Kemungkinan Penyebab
Komposisi karbon          Berubah membesar           ● Perubahan karbon atau zat pengikat di bawah                                                                                 pengaruh panas, tegangan atau kelembaban.
                                                                               ● Penyerapan udara lembab menyebabkan
                                                                                  pembengkakan, dan menjadikan pertikel
                                                                                  partikel karbon untuk memisahkan diri.
                                       Sirkit terputus                   ● Panas berlebih membakar tengah-tengah
                                                                                  resistor.
                                                                               ● Tekanan-tekanan mekanik menyebabkan
                                                                                  retak-retak pada resistor.
                                                                              ● Kap-kap ujungnya terlepas karena montase
                                                                                 yang buruk pada papan.
                                                                              ● Kawat putus karena pembengkokan yang
                                                                                 berulang-ulang.
Resistor-resistor              Sirkit terputus                  ● Film terkelupas karena temperatur tinggi atau
film.(karbon, oksida                                                   tegangan tinggi.
logam,film logam,                                                    ● Lapisan film tergores atau terkikis ketika di
metal glase)                                                                 fabrikasi.
                                                                              ● Pada nilai-nilai resistansi yang tinggi (lebih  
                                                                                 besar 1 mega ohm) spiral resistan sinyal
                                                                                 harus tipis dan karenanya kegagalan sirkit
                                                                                 terbuka lebih besar kemungkinannya.
                                                                              ● Kontak-kontak ujungnya buruk. Biasanya
                                                                                 disebabkan oleh tekanan mekanik karena
                                                                                  montase yang jelek pada sirkit.
Wire wound                    Sirkit terputus                 ● Keretakan kawat, terutama bila digunakan
(resistor kawat)                                                         kawat kecil, karena ketidakmurnian
                                                                                 menyebabkan keretakan.
                                                                             ● Perkaratan kawat yang disebabkan oleh
                                                                                 elektrolitis yang ditimbulkan oleh udara
                                                                                 lembab yang terserap.
                                                                             ● Kegagalan sambungan-sambungan yang
                                                                                dilas.
3. Resistor Variable (Potensiometer)
          Potensiometer dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok utama bergantung pada bahan resistif yang dipergunakan, yaitu:
a. Karbon senyawaan, karbon yang dituang berbentuk jalur padat atau lapisan karbon ditambah zat pengisi. dituang pada suatu substrat atau dasar.
b. Gulunqan kawat Nikhrom atau kawat resistansi lainnya yang digulung pada sebuah bentuk isolasi biasanya berbentuk pipa kecil.
c. Cermet suatu lapisan film tebal pada sebuah substrat atau dasar keramik.
Potensiometer yang dijual umum ada dua tipe, yaitu: tipe A yang perubahan resistansinya bersifat logaritmis bila diputar dan tipe B yang perubahan resistansinya bersifat linier bila diputar.
Gambar 2. Konstruksi dasar potensiometer
Pada umumnya persyaratan potensiometer berada dalam tiga kategori yaitu :
● Preset atau trimmer (gambar 3.a)
● Kontrol kegunaan umum (gambar 3.b)
● Kontrol presisi
Gambar 3. Bentuk-bentuk potensiometer
Contoh-contoh dengan persyaratannya diberikan pada Tabel berikut ini
Tabel Aplikasi Resistor Variabel
Tipe           Contoh Aplikasi    Toleransi     Kelinieran    Stabilitas      Putaran       Gulungan
                                                                                                                yang 
                                                                                                                diharap       
Preset           pengaturan              ± 20%           Tak                Tinggi           Kurang          Tunggal
atau              lebar pulsa                                  Penting            ± 2%           dari 50            atau 
Trimmer        yang tetap                                                                                                  banyak
                     dari mono
                     stabil
Kontrol         Kontrol                  ± 20%            ±10%            Medium         10.000         Tunggal
kegunaan       kecemerlangan                                                 ± 10% 
umum            pada osiloskop
(pasang
pada
panel)
Kontrol          Tegangan                ± 3%              ± 0.5%           Tinggi           50.000         Tunggal
kepresisian     Output yang                                                      ± 0.5%                                atau
(pasang          terkalibrasi                                                                                                banyak
pada              dari sebuah
panel)             catu daya
                      laboratorium
4. Kegagalan-Kegagalan Pada Resistor Variable
          Kecepatan kegagalannya lebih tinggi dari pada jenis resistor tetap, untuk potensiometer mempunyai kecepatan kegagalan kira-kira 3 x 10-6 perjam sudah umum, tetapi angka-angka itu berubah bergantung pada metode yang digunakan oleh pabriknya. Kerusakan yang terjadi pada sebuah potensiometer bisa sebagian atau total.
a. Kerusakan sebagian :
● Kenaikan resistansi kontak menimbulkan kenaikan noise kelistrikan.
● Kontak yang terputus-putus, ini dapat disebabkan oleh partikel-partikel debu, minyak gemuk (pelumas) atau bahan-bahan ampelas yang terkumpul antara kontak geser dan jalur. Gangguan tadi dapat dihilangkan dengan bahan pembersih seperti contact cleaner.
b. Kerusakan total :
● Merupakan sirkit terbuka dian tara jalur dan sambungan ujung-ujungnya atau antara kontak geser dan jalur. Hal ini dapat disebabkan oleh perkaratan bagian-bagian logam karena kelembaban, atau pembengkakan logam-logam / plastik yang terjadi saat penuangan jalur yang menggunakan temperatur tinggi.

apa itu Sekering?

Sekering adalah konduktor logam khusus yang dirancang untuk meleleh ketika arus listrik dalam sirkuit melebihi angka aman. Hal ini berguna untuk melindungi komponen dan kerusakan serius dan mengurangi kemungkinan kebakaran, satu atau beberapa sekering dapat digunakan dalam tiap rangkaian atau sirkuit listrik. Tipe atau jenis sekering ditentukan oleh keistimewaan konstruksinya.
TIpe-tipe sekering secara umum, antara lain sebagai berikut.
a. Kaca:
Konduktor sekering dibungkus dengan pipa kaca kecil, mempunyai dua tutup logam yang ditekan dalam pipa penghubung pada konduktor.
b. Keramik:
Tutup akhir dan konduktor sekering dibuat dalam satu bagian, dasar yang terbungkus keramik dimasukkan antara tutup akhir untuk menahan koƱduktor.
Gambar 4.1. Tipe Kaca dan Keramik
Kotak Sekering
Kotak sekering menyimpan sekering tunggal untuk sirkuit dan sistem kelistrikan kendaraan bermotor. Salah satu ujung dan semua sekering dihubungkan pada baterai oleh kabel berdiameter besar dan kabel sekering. Ujung yang lain tiap sekering dihubungkan pada masing-masing rangkaiannya.
Gambar 4.2. Kotak sekring
Ciri-ciri kotak Sekring ini adalah sebagai berikut.
1.       Plastik tebal atau kotak bakelit sebagai dasar/basis:
2.       Sebagai penyangga tempat sekering.
3.       Menjadikan kotak sekering menjadi tertempel pada bodi logam tanpa terjadi hubungan pendek.
4.       Plastik tipis atau cover (tutup) bakelit melindungi sekering dan kerusakan fisik.
5.       Pemegang sekering logam ada dua untuk tiap sekering, yang satu menghubungkan ke dashboard dan yang lain ke terminal, sebagai basis tempat kotak sekering.
6.       Dashboard/busbar atau papan panel, strip timah dihubungkan pada salah satu ujung sekering, kemungkinan dihubungkan pada baterai atau sakiar penyalaan, memungkinkan digunakan dua atau tiga buah.
7.       Terminal, satu atau dalam beberapa rangka untuk tiap sekering, keduanya bertipe tombol tekan ON, atau jenis sekering yang diputar.
MEMASANG SEKRING
Hal yang harus diperhatikan di dalam pemasangan pengaman sistem kelistrikan adalah penggunaan ampere sekring harus lebih kecil atau sama dengan sumber arus (aki). Adapun tahapan pemasangan sistem pengaman secara umum adalah :
1.       Ambil sekring yang telah dipastikan kondisinya dalam keadaan baik
2.       Tempatkan sekring pada kotak atau dudukan sekring
3.       Setelah sekring berada pada dudukannya, sambungkan kabel pada ujung-ujung dudukan sekring
4.       Periksa dan kencangkan baut atau klep penjepit kabelnya.
PEMERIKSAAN SEKRING
Sekring sebagai pengaman dalam kelistrikan sepeda motor harus benar-benar dipastikan dalam kondisi sempurna. Hal ini untuk menunjang keamanan dan keselamatan komponen kelistrikan serta pengguna sepeda motor. Pemeriksaan sekring ini ada dua yaitu :
1.       Pemeriksaan Visual, yang dilakukan dengan melihat langsung pada bagian konduktor atau kawat lebur di dalam sekring, apakah putus atau ada cacat. Bila putus atau ada cacat maka sekring tidak layak untuk digunakan.
2.       Pemeriksaan dengan menggunakan Ohm meter.Cara ini dilakukan dengan menghubungkan sekring dengan Ohm meter, apabila jarum bergerak maka kondisi sekring sudah dapat digunakan.
ANALISA KERUSAKAN SEKRING
Hal yang umumnya terjadi pada sekring adalah seringnya sekring putus. Bila bagian dan kabel yang isolasinya terbuka mengenai chassis, suatu hubungan pendek terjadi bila “switch” dinyalakan. Hal ini mengakibatkan arus naik dengan tiba-tiba, sehingga membuat sekering putus. Janganlah pernah memakai kawat sebagai pengganti sekering. Kawat tersebut dapat mengalirkan arus yang besar, sehingga membakar kabel-kabel dan dapat menyebabkan kebakaran. Dianjurkan agar senantiasa membawa bersama sekering tambahan.
Bila sekering (fuse) terasa panas, sekering tersebut mungkin mempunyai kontak yang buruk dengan pemegangnya. Periksalah apakah kontaknya longgar dan bila perlu kencangkanlah. Adalah suatu praktek yang baik untuk menggosok ujung-ujung metalik dan sekering dan terminal-terminal pemegang sebelum memasang sekering.
Kemungkinan sebab-sebab dan kerusakan
1) “Switch” yang rusak.
2) Sistim aliran listrik (wiring) mempunyai hubungan pendek (shorted).
Diagnosa kerusakan
(1)     Sekering putus segera setelah switch dinyalakan.
Switch tersebut mungkin rusak atau aliran listrik mempunyai hubungan pendek. Lepaskanlah kabel masuk dan “switch” dan periksalah kontinuitas “switch” dengan memakai tester tangan. Bila ada kontinuitas, terminal-terminal di dalam “switch box” mungkin rusak atau kabel aliran putus.
(2)     Sekering putus bila sepeda motor “bounce” ke atas.
Mungkin, beberapa bagian dan kabel-kabel terluka dan menempel pada chasis Periksalah kabel kabel yang kemungkinan besar bergetar atau mempunyai kontak dengan chassis, dan bila ada bagian dan isolasinya putus, lindungilah dengan tape vinyl atau tape isolasi lainnya. Periksalah juga konektor-konektor yang longgar dan bila perlu kencangkanlah. Akhirnya, pastikanlah bahwa konektor tidak memperlihatkan tanda akan lepas segera.
(3)     Sekering putus segera setelah rem dipakai.
Kabila sepeda motor bergetar, sehingga menyebabkan hubungan pendek. Perbel aliran dan “switch” lampu rem ke lampu remnya dianggap mempunyai hubungan pendek. Tentukan tempat hubungan pendek tersebut dan lindungilah daerah yang tanpa isolasi dengan tape vinyl atau tape isolasi lainnya.
(4)     Bila lampu utama (headlight) diubah arahnya, sekering putus. Lepaskanlah kabel masuk “dimmer switch”, dan periksalah kontinuitas dan switch